TERNATE — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Benteng Oranje hingga Sonyie Lamo, Kelurahan Soa Sio, untuk menyaksikan langsung kemeriahan karnaval budaya penutup Rakernas JKPI ke-XII. Parade yang berlangsung Sabtu (29/8/2026) ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan penegasan komitmen Ternate dalam merawat warisan budaya dan pusaka daerah.
Sebanyak 79 daerah turut berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut, termasuk delegasi dari luar negeri. Kehadiran mereka diharapkan melahirkan semangat baru dalam pelestarian pusaka, tidak hanya bagi Ternate tetapi juga jaringan kota pusaka di seluruh Indonesia.
Jalur Kontingen dan Pengaturan Barisan
Rizal Marsaoly menjelaskan, kontingen Kota Ternate mendapat kehormatan berada di barisan pertama dengan tempo jalan pelan. Kontingen berikutnya mengikuti dengan jeda waktu sekitar dua menit untuk menjaga ketertiban dan kelancaran parade.
"Barisan pertama, Kota Ternate nantinya akan jalan terlebih dahulu, jalannya pelan saja, kemudian diikuti jeda waktu kurang lebih dua menit untuk nantinya di barisan kedua," jelas Rizal di sela-sela acara.
Serah Terima Estafet ke Kota Bandung
Malam tersebut menjadi penghujung seluruh rangkaian Rakernas JKPI ke-XII yang berlangsung di Kota Ternate. Setelah resmi ditutup, estafet penyelenggaraan diserahkan kepada Kota Bandung yang akan menjadi tuan rumah pada periode berikutnya.
"Ini adalah malam terakhir rangkaian pelaksanaan Rakernas JKPI ke-12 di Kota Ternate. Selanjutnya, kegiatan JKPI akan berlangsung di Kota Bandung," ujar Rizal dalam pidatonya.
Komitmen Pelestarian Budaya ke Depan
Atas nama Pemerintah Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia Rakernas JKPI XII, Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, delegasi, panitia, dan masyarakat yang mendukung suksesnya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa berakhirnya rakernas bukan berarti berakhirnya komitmen pelestarian pusaka.
"Kiranya ini menjadi satu semangat bahwa apa yang menjadi semangat pelaksanaan Rakernas JKPI ke-12 di Kota Ternate menjadi spirit baru untuk bagaimana semangat kita melakukan pelestarian budaya yang ada di Kota Ternate saat ini dan ke depan nanti," katanya.
Dengan mengucap doa dan memohon petunjuk serta perlindungan Allah SWT, Rizal secara resmi menyatakan karnaval budaya dimulai. Kegiatan ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya menjaga identitas, sejarah, tradisi, serta pusaka sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
Bagi Ternate, semangat pelestarian pusaka diharapkan terus hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan serta kehidupan masyarakat Kota Ternate sehari-hari. (Barak)