MALUKU UTARA — Kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sepanjang 2025 tercatat 2.051.927 kunjungan, terdiri atas 558.521 wisatawan mancanegara dan 1.493.406 wisatawan domestik. Angka itu menjadi salah satu dasar bagi Dinas Pariwisata Kota Denpasar menyusun arah pengembangan destinasi, pemasaran, dan peningkatan kualitas pelayanan sepanjang 2026.
Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Denpasar mencapai lima hari, sedangkan wisatawan domestik empat hari. Data tersebut dipaparkan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar secara daring, Kamis (10/9).
Layanan Publik yang Jadi Perhatian
FKP tahun ini menyoroti tiga layanan utama: penyewaan tempat di Dharma Negara Alaya (DNA), layanan angkutan tradisional Dokar Hias, serta layanan informasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Forum ini melibatkan OPD, camat, desa/lurah se-Kota Denpasar, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, pelaku industri pariwisata dan ekraf, Forum Desa Wisata dan Pokdarwis, perguruan tinggi, hingga media.
DNA diarahkan sebagai ruang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui diskusi, pameran, workshop, dan kegiatan berbasis budaya. Sementara Dokar Hias dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata Denpasar Heritage City Tour.
Dokar Hias Gratis Setiap Sabtu dan Minggu
Sebanyak delapan unit dokar melayani rute sejumlah kawasan heritage, seperti Pasar Badung, Jalan Gajah Mada, Puri Pemecutan, Lapangan Puputan Badung, Pura Agung Jagatnatha, Museum Bali, dan sejumlah titik heritage lainnya. Layanan ini dapat dinikmati secara gratis setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi sekitar 30 menit untuk satu perjalanan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menyebut FKP sebagai bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang membahas penerapan, dampak, serta evaluasi kebijakan pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Pariwisata Denpasar tidak hanya berbicara mengenai kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana pelayanan publik mampu memberikan pengalaman yang baik, memperkuat budaya, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, masukan dari FKP menjadi bagian penting dalam perbaikan pelayanan kami," ujar Riyastiti.
Arah Pembangunan: Kota Kreatif Berbasis Budaya
Pembangunan pariwisata Kota Denpasar diarahkan sesuai visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini menekankan peningkatan kemakmuran masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi berlandaskan Tri Hita Karana.
Berbagai program dikembangkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari promosi dan pemasaran melalui Sales Mission, Table Top, BBTF, Jakarta Kreatif Expo, Gathering Pariwisata, Denpasar Festival, Sanur Village Festival, hingga D'Youth Festival.
Penguatan SDM dan pelaku usaha dilakukan melalui pembinaan usaha pariwisata, pelatihan pengelolaan destinasi, sertifikasi kompetensi tenaga kerja hotel dan restoran, pembinaan Pokdarwis, BKRAF Academy, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pendataan infrastruktur penunjang ekonomi kreatif, serta pemberian insentif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif.
Kepuasan Masyarakat Naik Tiga Tahun Berturut-turut
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Dinas Pariwisata Kota Denpasar menunjukkan tren positif. Nilainya meningkat dari 88,53 pada 2023 menjadi 88,76 pada 2024 dan 89,72 pada 2025, seluruhnya berada dalam kategori sangat baik.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Semakin tinggi kepuasan masyarakat, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih baik, mudah, cepat dan transparan," jelas Riyastiti.
Kolaborasi Jadi Kunci ke Depan
Riyastiti menegaskan pihaknya akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan kreatif seperti D'Youth Festival, Gathering Ekraf, Kreazine Denpasar, dan creative event lainnya menjadi ruang bagi masyarakat mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.
"Kita ingin pariwisata Denpasar tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Budaya menjadi kekuatan, ekonomi kreatif menjadi penggerak, sementara pelayanan publik menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat dan wisatawan," pungkasnya.
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Denpasar, A.A. Amerta Jaya, menyambut baik pelaksanaan FKP tersebut. Menurutnya, pengembangan pariwisata Denpasar perlu terus melibatkan desa wisata dan pelaku di tingkat akar rumput agar manfaatnya dirasakan merata.
Bagi wisatawan yang hendak mencoba Dokar Hias, layanan ini beroperasi gratis setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi sekitar 30 menit per perjalanan. Informasi terkini soal titik jemput dan jadwal operasional dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar atau Forum Desa Wisata setempat.