MALUKU UTARA — Tanggal 10-13 September masih di penghujung Mulud, sementara 14 September sudah masuk Bakda Mulud. Weton dan neptu tiap tanggal jadi kunci menentukan hari baik maupun hari yang sebaiknya dihindari.
Weton dan Neptu Pekan Ini
Berikut daftar weton, pasaran, dan neptu 10-16 September 2026 berdasarkan kalender Jawa:
10 September 2026 (Kamis Kliwon): Neptu 16, tanggal Jawa 27 Mulud 1960
11 September 2026 (Jumat Legi): Neptu 11, tanggal Jawa 28 Mulud 1960
12 September 2026 (Sabtu Pahing): Neptu 18, tanggal Jawa 29 Mulud 1960
13 September 2026 (Minggu Pon): Neptu 12, tanggal Jawa 30 Mulud 1960
14 September 2026 (Senin Wage): Neptu 8, tanggal Jawa 1 Bakda Mulud 1960
15 September 2026 (Selasa Kliwon): Neptu 11, tanggal Jawa 2 Bakda Mulud 1960
16 September 2026 (Rabu Legi): Neptu 12, tanggal Jawa 3 Bakda Mulud 1960
Neptu dihitung dari penjumlahan nilai hari dan pasaran. Sabtu bernilai 9 dan Pahing bernilai 9, sehingga Sabtu Pahing punya neptu 18—tertinggi pekan ini.
Tanggal yang Direkomendasikan untuk Hajatan
Menurut Primbon Jawa, beberapa tanggal pekan ini masuk kategori hari baik (dewasa ayu) untuk hajatan besar seperti pernikahan, khitanan, atau pindahan rumah.
10 September 2026 (Kamis Kliwon, Neptu 16) direkomendasikan untuk mencari obat atau sarana penyembuhan, membuat bendungan, dan menyelesaikan pertengkaran. Tanggal ini juga masuk daftar hari baik untuk pindahan rumah.
12 September 2026 (Sabtu Pahing, Neptu 18) disebut sebagai hari paling baik untuk hajatan besar. Neptu 18 menjadikannya tanggal istimewa di bulan September 2026.
16 September 2026 (Rabu Legi, Neptu 12) masih dalam kategori hari baik untuk berbagai keperluan, terutama hajatan keluarga.
Tanggal yang Sebaiknya Dihindari
14 September 2026 (Senin Wage, Neptu 8) masuk daftar hari yang dinilai kurang menguntungkan. Neptu 8 dianggap terlalu rendah untuk memulai hajatan besar.
Setiap hari juga punya pantangan sendiri. Pada 10-13 September 2026 yang masih berada di Wuku Manahil, aktivitas seperti menikahkan anak atau mencari pekerjaan sebaiknya dihindari. Meski begitu, kegiatan seperti mencari obat atau menyelesaikan pertengkaran justru dianjurkan.
Makna Kalender Jawa di Era Modern
Kalender Jawa bukan sekadar warisan budaya, tapi juga cerminan bagaimana masyarakat Jawa memaknai waktu dan hubungannya dengan alam semesta. Weton dan neptu jadi cara menyelaraskan diri dengan ritme yang diyakini membawa keberkahan.
Keputusan akhir tetap di tangan masing-masing. Yang terpenting adalah niat baik dan usaha sungguh-sungguh, karena setiap hari pada dasarnya adalah kesempatan untuk memulai sesuatu yang bermakna.