SOFIFI — Provinsi Maluku Utara masih memasok sekitar 85 persen kebutuhan pangannya dari daerah lain. Kondisi ini membuat harga pangan lokal rentan terhadap gangguan produksi, biaya distribusi, dan fluktuasi harga di daerah pemasok. Untuk mengubah posisi itu, pemprov membuka pintu bagi investor Tiongkok mengelola lumbung pangan modern terpadu.
Konsep Ekosistem Pangan dari Hulu ke Hilir
Proyek yang ditawarkan bukan sekadar gudang penyimpanan. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem pangan utuh yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan—mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe, membacakan sambutan Gubernur Sherly Tjoanda, menyebutkan ketergantungan pasokan luar tidak hanya memengaruhi ketersediaan pangan, tetapi juga menekan inflasi daerah. "Saat ini sekitar 85 persen pasokan pangan Maluku Utara masih berasal dari luar daerah," katanya.
Lahan Halmahera Disiapkan untuk Produksi Skala Besar
Pemerintah melihat daratan Halmahera memiliki potensi lahan luas untuk dikembangkan menjadi kawasan produksi pangan berskala besar. Pengembangan akan memakai teknologi modern: mekanisasi pertanian, digitalisasi, bioteknologi, rekayasa genetika, serta teknologi pascapanen.
Penerapan teknologi itu diharapkan meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan mengurangi kehilangan hasil setelah panen. Salah satu calon mitra yang hadir dalam penjajakan awal adalah China National Building Material Group Co., Ltd. (CNBM), yang memaparkan kapasitas investasi dan teknologinya.
Investasi Bukan Sekadar Modal
Penjajakan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok melalui jejaring Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Pemprov menegaskan kerja sama ini tidak hanya soal suntikan dana, tetapi juga transfer teknologi, pengembangan industri pengolahan, peningkatan kapasitas SDM, penguatan rantai pasok, serta akses pasar nasional dan internasional.
"Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton investasi, tetapi harus menjadi pelaku dan penerima manfaat utama pembangunan," tegas Sherly dalam sambutan yang dibacakan wagub. Karena itu, petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya dijanjikan mendapat akses terhadap teknologi, pembiayaan, sarana produksi, fasilitas rantai dingin, hingga pasar.
Harapan Terealisasi ke Tahap Konkret
Pertemuan investasi dihadiri Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, Wakil Bupati Ahmad Djumadil, Ketua Umum Indonesia-China Economic Cooperation Center Agung Laksono, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kadin. Pemprov berharap penjajakan ini segera masuk ke tahap investasi konkret.
Jika terealisasi, lumbung pangan terpadu itu diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pelaku usaha pangan, serta memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.