Pencarian

Wali Kota Ternate Sebut JKPI Bukan Sekadar Forum Pusaka, Tekankan Solidaritas Antar Daerah di Tengah Bencana

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:14:31 WIB
Wali Kota Ternate Sebut JKPI Bukan Sekadar Forum Pusaka, Tekankan Solidaritas Antar Daerah di Tengah Bencana
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman membuka Rakernas JKPI ke-12 di Benteng Oranje, Rabu (26/8/2026).

TERNATE — Sejumlah delegasi yang sedianya hadir dalam Rakernas JKPI ke-12 terpaksa membatalkan kehadiran. Mereka memilih kembali ke daerah masing-masing untuk menjalankan tugas penanganan bencana. Kondisi ini disampaikan langsung Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman saat membuka acara di Benteng Oranje, Rabu (26/8/2026).

“JKPI bukan hanya tentang kota pusaka, sejarah dan kebudayaan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian dan solidaritas antar daerah,” ujar Tauhid dalam sambutannya.

Identitas Rempah Jadi Pijakan Pembangunan Kota

Di hadapan para delegasi, Tauhid mengulik kembali posisi Ternate dalam peta perdagangan rempah dunia. Bersama Tidore, Bacan, dan Jailolo, Ternate merupakan bagian dari Kesultanan Moloku Kie Raha yang sejak lama dikenal sebagai penghasil cengkih dan pala.

Menurut dia, perdagangan rempah bukan hanya membentuk hubungan ekonomi antarwilayah. Lebih dari itu, jalur rempah telah menghubungkan Maluku Utara dengan berbagai belahan dunia.

“Secara historis, Pulau Ternate merupakan titik penting politik dunia bersama kota-kota lainnya di Indonesia pada masa lalu sebagai bandar jalur rempah,” katanya.

Sejarah panjang itu kini dijadikan pijakan untuk merancang masa depan kota. Pemerintah kota mengusung konsep City Branding “Ternate Kota Rempah” yang tidak hanya berhenti pada catatan masa lalu, tetapi dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan kota.

Benteng Oranje Disulap Jadi Ruang Kreatif

Tauhid menilai penguatan identitas budaya dan potensi lokal menjadi kunci menjawab tantangan kota saat ini, mulai dari ketimpangan ekonomi, pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan. Ia justru memaknai konsep ekstraktif secara positif.

“Konsep ekstraktif perlu dimaknai positif, yaitu kemampuan untuk menggali potensi lokal secara bijaksana dan adil,” jelasnya.

Salah satu contoh nyata pemanfaatan potensi tersebut adalah revitalisasi Benteng Oranje. Kawasan bersejarah ini tidak lagi sekadar menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi telah berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif atau creative hub sejak 2021. Proses revitalisasi sendiri telah dimulai sejak 2012 melalui dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Di dalam benteng ini ada tiga DNA yang memang mempengaruhi terkait dengan kreatif hub. Yang pertama komunitas, kedua ide, dan ketiga ruang,” ungkapnya.

Harapan Ekonomi Mengalir ke Masyarakat

Rangkaian Rakernas JKPI ke-12 akan berlangsung hingga 29 Agustus. Sejumlah agenda telah disiapkan panitia, termasuk festival gastronomi serta kegiatan yang mengangkat sejarah dan literasi rempah. Sehari sebelumnya, pra-Rakernas digelar bersama budayawan dan jurnalis senior Taufik Rahzen, komunitas kreatif, serta penggiat literasi rempah di Benteng Oranje.

Tauhid berharap forum ini tidak berhenti sebagai ajang pertukaran gagasan tentang pengelolaan kota, pelestarian pusaka, dan pengembangan ekonomi daerah. Ia juga ingin kehadiran para delegasi memberi dampak langsung bagi warga sekitar.

“Harapannya tentu kedatangan para delegasi ini juga memberikan dampak bagi masyarakat, terutama terhadap pergerakan ekonomi selama kegiatan JKPI berlangsung,” pungkasnya.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks