Pencarian

Presiden Signal Peringatkan Risiko AI Chatbots: “Mereka Bukan Teman Anda, Jangan Beri Akses Data Pribadi”

Minggu, 21 Juni 2026 • 13:28:31 WIB
Presiden Signal Peringatkan Risiko AI Chatbots: “Mereka Bukan Teman Anda, Jangan Beri Akses Data Pribadi”
Meredith Whittaker, Presiden Signal, memperingatkan risiko memberikan akses data pribadi kepada chatbot AI.

MALUKU UTARA — Meredith Whittaker, Presiden Signal, memberikan peringatan keras kepada pengguna teknologi soal penggunaan chatbot AI. Dalam wawancara dengan Bloomberg, ia menegaskan bahwa sistem seperti ChatGPT atau Claude bukanlah makhluk hidup yang bisa dipercaya.

“Ini bukan teman Anda. Ini bukan makhluk sadar. Ini bukan lawan bicara yang punya kesadaran,” ujar Whittaker.

AI Bukan Alat Berpikir, Hanya Mesin Rata-rata

Whittaker mengaku sesekali menggunakan AI untuk memformat dokumen. Namun, ia menolak keras menjadikan chatbot sebagai mitra diskusi atau asisten berpikir.

“Saya tidak bertanya pada mereka. Saya serius dalam berpikir dan menulis. Saya tidak ingin proses merumuskan gagasan ditutup atau dibayangi oleh respons sistem yang hanya merata-ratakan apa yang sudah ada di luar sana,” jelasnya.

Pernyataan ini menyentuh isu mendasar: AI generatif bekerja dengan memprediksi kata berdasarkan data latih, bukan menghasilkan pemikiran orisinal. Mengandalkannya untuk menyelesaikan masalah kompleks bisa membatasi cara berpikir kritis pengguna.

Skenario Belanja Natal: Ancaman Backdoor ke Data Pribadi

Peringatan Whittaker semakin tajam saat menanggapi prediksi Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI. Suleyman membayangkan pengguna bisa membiarkan Microsoft Copilot mengatur seluruh belanja Natal tahun ini—mulai dari memantau obrolan grup keluarga untuk mencari keinginan anggota keluarga, hingga melakukan transaksi.

Whittaker membongkar implikasi skenario tersebut: “Artinya, Anda memberikan akses ke kartu kredit, browser, Signal, kemampuan untuk mengirim pesan ke saudara atas nama saya, alamat rumah, dan kalender saya.”

Ia menegaskan bahwa sistem dengan akses seluas itu di berbagai aplikasi dan layanan, khususnya jika menyentuh Signal, sama saja dengan membuka backdoor.

“Apa yang baru saja Anda gambarkan adalah sistem dengan akses yang sangat meresap di berbagai aplikasi dan layanan. Dalam konteks Signal, itu akan menjadi semacam backdoor,” kata Whittaker.

Dampak untuk Pengguna Indonesia: Jaga Privasi Chat

Peringatan ini relevan bagi pengguna di Indonesia yang mulai akrab dengan fitur AI di berbagai aplikasi pesan dan asisten digital. Memberikan izin penuh ke AI untuk membaca, menganalisis, dan bertindak atas nama pengguna di grup keluarga atau percakapan pribadi berpotensi membocorkan data sensitif.

Whittaker mengingatkan bahwa tidak ada jaminan data yang diberikan ke AI tidak akan bocor, disalahgunakan, atau digunakan untuk melatih model berikutnya. Pengguna harus sadar bahwa setiap informasi yang diketik ke chatbot bisa menjadi konsumsi publik di masa depan.

Kesimpulan: Bijak Memberi Akses, Jangan Terlena

Pesan Whittaker sederhana: perlakukan AI sebagai alat, bukan teman. Jangan berikan akses ke data pribadi, percakapan keluarga, atau informasi keuangan hanya demi kemudahan sesaat. Di era di mana asisten AI semakin “mengintip” ke dalam hidup pengguna, batas antara bantuan dan pengawasan menjadi semakin tipis.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks