MALUKU UTARA — Google akhirnya merealisasikan janji konsolidasi layanan kesehatannya. Setelah bertahun-tahun mengandalkan Google Fit, pengguna Nest Hub akan segera melihat data kualitas tidur mereka dikelola melalui aplikasi Google Health yang baru. Langkah ini merupakan bagian dari transisi besar yang diumumkan Google, di mana pengguna Fit akan bisa memindahkan data mereka ke platform anyar tersebut mulai tahun ini.
Bagaimana Nest Hub Melacak Tidur Anda
Nest Hub generasi kedua memanfaatkan radar Soli (Motion Sense) untuk memantau pergerakan tubuh dan pola pernapasan pengguna saat tidur. Sensor ini mendeteksi naik turunnya dada, lalu menerjemahkannya menjadi grafik tahapan tidur—ringan, dalam, REM, dan terjaga—beserta detak napas.
Mikrofon pada perangkat juga berfungsi mengidentifikasi batuk dan dengkuran. Sensor lain turut merekam fluktuasi cahaya dan suhu kamar, meski Google belum pernah membuka akses data sensor ini di aplikasi Home untuk penggunaan umum.
Semua data diproses secara lokal di perangkat dan tidak pernah keluar dari Nest Hub. Ini berarti informasi kesehatan Anda tetap privat dan tidak terkirim ke server cloud.
Migrasi dari Google Fit ke Google Health
Kode aplikasi Google Home 4.23 mengungkap string baru yang menjelaskan cara kerja Nest Hub dengan Google Health. Teks tersebut menggantikan seluruh penyebutan Google Fit dengan Google Health, menegaskan arah baru perusahaan.
"Google Health memungkinkan Anda menghubungkan perangkat seperti Nest Hub untuk melacak tidur. Jika fitur ini diaktifkan, begitu Nest Hub menentukan Anda berada di tempat tidur, perangkat akan melacak tidur, pernapasan, waktu, serta cahaya dan suhu ruangan," demikian bunyi salah satu string yang ditemukan.
Google juga memperingatkan bahwa layanan lain yang terhubung ke Google Health mungkin memiliki akses ke data peristiwa suara, tergantung pengaturan aplikasi. Ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang peduli privasi.
Nasib Fitur Berbayar Fitbit Premium
Saat Nest Hub generasi kedua diluncurkan pada 2021, Google sempat menyatakan Sleep Sensing akan menjadi fitur berbayar melalui langganan Fitbit Premium. Namun, integrasi tersebut terus tertunda dan kini kecil kemungkinan perusahaan mulai memungut biaya untuk fitur ini.
Pergeseran ini menandakan strategi Google yang lebih fokus pada pengalaman pengguna daripada monetisasi langsung fitur kesehatan. Bagi pengguna setia Nest Hub, kabar ini tentu melegakan karena fitur andalan tetap gratis.
Bagi pengguna Indonesia yang menggunakan Nest Hub, migrasi ini tidak memerlukan tindakan apa pun. Proses perpindahan data diharapkan berjalan otomatis saat Google Health resmi diluncurkan secara luas.