MALUKU UTARA — Apple Watch SE 3 resmi meluncur bersamaan dengan Series 11 dan Ultra 3 pada September 2025. Dengan harga US$249 (sekitar Rp 4,1 juta), model ini menjadi pintu masuk termurah ke ekosistem Apple Watch bagi pemilik iPhone. Pertanyaan besarnya: apa yang membuatnya jauh lebih murah dari Series 11 yang dibanderol US$399 (sekitar Rp 6,6 juta)? Jawabannya ada di beberapa sektor yang sengaja dikurangi.
Layar Lebih Kecil dan Kurang Terang
Dari segi tampilan, Apple Watch SE 3 hadir dalam ukuran 40mm dan 44mm, lebih kecil dari Series 11 yang punya opsi 42mm dan 46mm. Perbedaan ini mungkin tidak terasa bagi sebagian besar pengguna, tapi layar SE 3 juga memiliki tingkat kecerahan yang lebih rendah. Buat kamu yang sering berlari atau bersepeda di luar ruangan, perbedaan ini cukup terasa saat membaca notifikasi di bawah sinar matahari langsung.
Daya tahan layar juga berbeda. Series 11 menggunakan material yang lebih tahan benturan dan goresan. SE 3 memang sudah lebih baik dari SE 2 dalam hal ketahanan retak, tapi tetap menggunakan bahan yang lebih rentan dibanding kakak-kakaknya. Pilihan material casing juga terbatas—SE 3 hanya tersedia dalam aluminium daur ulang, sementara Series 11 punya opsi titanium.
Fitur Kesehatan yang Hilang: ECG, Oksigen Darah, dan Sensor Air
Ini yang paling krusial. Apple Watch SE 3 tidak dibekali aplikasi ECG (elektrokardiogram) dan sensor oksigen darah (SpO2). Artinya, kamu tidak bisa memeriksa irama jantung atau kadar oksigen dalam darah langsung dari pergelangan tangan. Fitur ini memang tidak dibutuhkan semua orang, tapi penting bagi pengguna dengan kondisi jantung tertentu atau yang rutin memantau pernapasan.
Selain itu, SE 3 juga tidak memiliki depth gauge (pengukur kedalaman) dan sensor suhu air. Buat perenang atau penyelam rekreasi, ini jadi kekurangan yang patut dipertimbangkan. Fitur Precision Finding untuk mencari iPhone yang hilang di dalam rumah juga tidak tersedia—kamu hanya bisa memakai fitur ping standar yang membuat iPhone berbunyi.
Baterai Lebih Pendek, Pengisian Lebih Lambat
Apple Watch secara umum bukan juara dalam daya tahan baterai. Tapi SE 3 membawa batas bawah yang lebih rendah: 18 jam pemakaian normal, sama seperti Apple Watch generasi pertama. Series 11 bisa bertahan hingga 24 jam. Dalam mode hemat daya, SE 3 mencapai 32 jam, sementara Series 11 bisa 38 jam.
Artinya, jika kamu memakai SE 3 seharian penuh, jam tangan ini kemungkinan besar perlu diisi ulang begitu tiba di rumah selepas kerja. Bagi yang ingin memakai Apple Watch untuk melacak tidur malam, ini jadi masalah karena perangkat harus dicharge sebelum tidur.
Fitur yang Tetap Sama: watchOS 27, Sleep Apnea, dan Workout Buddy
Kabar baiknya, Apple Watch SE 3 tetap menjalankan watchOS 27 terbaru dengan semua fitur inti. Kamu tetap bisa memantau detak jantung (termasuk zona latihan), suhu pergelangan tangan, tidur dengan deteksi sleep apnea, serta fitur Workout Buddy berbasis Apple Intelligence. Gestur satu tangan dan Siri on-device juga tersedia.
Jadi, untuk penggunaan sehari-hari seperti notifikasi, olahraga ringan, dan pemantauan aktivitas, pengalaman memakainya hampir identik dengan Series 11. Yang hilang hanyalah beberapa metrik kesehatan spesifik dan kenyamanan layar.
Kesimpulan: Untuk Siapa SE 3 Paling Cocok?
Apple Watch SE 3 adalah pilihan ideal untuk pengguna pertama kali, remaja, atau lansia yang baru ingin mencoba ekosistem Apple Watch tanpa keluar banyak uang. Hemat US$150 (sekitar Rp 2,5 juta) memang menggiurkan, tapi kamu harus siap menerima kompromi di layar, baterai, dan fitur kesehatan.
Jika kamu pengguna Apple Watch reguler dan sudah terbiasa dengan fitur ECG atau pemantauan oksigen darah, lebih baik cari diskon untuk Series 11 atau bertahan dengan model lama. SE 3 bukan untuk kamu yang butuh performa maksimal—ini jam tangan untuk mereka yang baru mulai.