MALUKU UTARA — Desakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana. Menurutnya, informasi yang jelas dari PLN sangat krusial untuk meredakan kekhawatiran warga yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat pemadaman.
"Perlu ada penjelasan kepastian kapan bisa dinyalakan kembali agar tidak menjadi kekhawatiran bagi masyarakat," ujar Niti kepada media, Jumat (12/6).
YLKI menegaskan, konsumen sudah menjalankan kewajibannya dengan membayar tagihan listrik tepat waktu. Sebagai imbalannya, mereka berhak mendapatkan pasokan listrik yang andal dan informasi yang memadai saat terjadi gangguan.
Hak Konsumen yang Terabaikan
Niti menekankan, keandalan pasokan listrik adalah hak dasar konsumen yang wajib dijamin PLN. Gangguan layanan, kata dia, harus dibarengi komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat.
"PLN selaku perusahaan operator penyedia listrik harus menjamin keandalan listrik bagi konsumennya," tegasnya.
YLKI berharap perusahaan pelat merah itu meningkatkan kualitas komunikasi publik. Setiap gangguan, lanjut Niti, idealnya disertai penjelasan penyebab, wilayah terdampak, dan estimasi pemulihan yang diperbarui secara berkala.
PLN Akui Ada Kendala Operasional
Di sisi lain, PLN buka suara soal pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto, menyebut gangguan terjadi karena kendala operasional.
"Saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Gregorius kepada media, Kamis (11/6).
Sayangnya, perusahaan tidak merinci lebih detail jenis kendala operasional yang dimaksud. PLN hanya berjanji akan berupaya intensif menjaga keandalan pasokan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.
Tanpa transparansi yang lebih terbuka, kekhawatiran publik berpotensi terus membesar. Terlebih, pemadaman bergilir kerap mengganggu produktivitas rumah tangga hingga usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil.