TERNATE — SMA Negeri 2 Ternate mengumumkan hasil kelulusan siswa tahun ajaran 2026 dengan capaian yang hampir menyentuh angka sempurna. Dari 486 peserta ujian yang terdaftar, tercatat hanya satu siswa yang dinyatakan tidak lulus karena kendala administratif dan absensi.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ternate, Amiruddin Radjiloen, mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara tenaga pendidik dan wali murid. Pihak sekolah mengapresiasi peran orang tua yang secara aktif mendampingi proses belajar mengajar selama tiga tahun terakhir.
"Kelulusan SMA 2 itu 99,98 persen. Hasil kelulusan itu karena berkat kerja sama orang tua dengan guru yang ada di SMA 2," ujar Amiruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (09/05/2026).
Ujian Sekolah Diganti Karya Tulis Ilmiah
Ada yang berbeda dalam sistem evaluasi di SMA Negeri 2 Ternate tahun ini. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ahmad, menjelaskan bahwa sekolah menerapkan kebijakan khusus bagi siswa kelas XII dengan mengganti ujian sekolah konvensional menjadi ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Nilai ijazah para lulusan diambil dari penggabungan hasil nilai KTI tersebut dengan akumulasi nilai ulangan harian siswa. Sistem ini dianggap lebih efektif dalam mengukur kedalaman pemahaman materi dan kemampuan literasi siswa sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
Mengenai satu siswa yang tidak lulus, Ahmad menyebutkan bahwa yang bersangkutan tetap terdaftar sebagai peserta ujian namun tidak mengikuti proses pembelajaran hingga tuntas. "Siswa tersebut meminta izin keluar daerah dan tidak lagi dapat dihubungi oleh wali kelas. Karena tidak mengikuti proses sampai selesai, maka tidak lulus," jelas Ahmad.
Puluhan Siswa Lolos Jalur Prestasi ke Perguruan Tinggi
Selain angka kelulusan yang tinggi, SMA Negeri 2 Ternate juga mencatatkan prestasi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sebanyak 52 siswa dipastikan telah mengamankan kursi di berbagai perguruan tinggi negeri dari sekitar 200 siswa yang didaftarkan melalui jalur tersebut.
Mayoritas lulusan diterima di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, sementara sebagian lainnya berhasil menembus berbagai kampus di luar Maluku Utara. Pihak sekolah kini tengah memantau siswa lainnya yang masih berjuang melalui jalur seleksi tertulis maupun tes mandiri.
Berdasarkan data sekolah, terdapat tiga siswa yang meraih nilai kelulusan tertinggi pada tahun ajaran 2026, yakni:
- Faranika Rahmadani Radjak dengan nilai 90,82
- Usuatun Khasanah Rahmat dengan nilai 90,58
- Syafaria Nara Tukuboya dengan nilai 89,07
Larangan Konvoi dan Coret Seragam
Meski merayakan pencapaian yang membanggakan, Amiruddin Radjiloen mengingatkan para siswa dan orang tua untuk tidak melakukan euforia berlebihan. Sekolah melarang keras aksi konvoi kendaraan bermotor maupun aksi coret-coret seragam yang kerap terjadi setelah pengumuman kelulusan.
"Setelah pengumuman itu orang tua harus mengawal siswa jangan terlalu banyak membuat euforia, coret-coretan kemudian konvoi. Kami kira itu tidak terlalu penting. Itu adalah tanggung jawab kami dan juga tanggung jawab orang tua," tegasnya.
Ia berharap para lulusan fokus mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Menurutnya, kelulusan SMA hanyalah jembatan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di masa depan.