Nintendo resmi meningkatkan harga konsol Switch 2 sebesar 50 dolar AS menjadi 499,99 dolar AS atau sekitar Rp 8 juta mulai September 2026. Kebijakan ini dipicu oleh krisis pasokan komponen memori global dan ketidakstabilan ekonomi yang diprediksi bertahan hingga tahun 2027.
Nintendo akhirnya mengambil langkah drastis dengan mengerek harga jual konsol generasi terbaru mereka, Switch 2. Di pasar Amerika Serikat, harga perangkat ini akan naik dari 449,99 dolar AS menjadi 499,99 dolar AS (sekitar Rp 8 juta) terhitung mulai 1 September 2026. Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Negeri Paman Sam, tetapi juga merambah ke wilayah Kanada, Eropa, hingga pasar domestik mereka di Jepang.
Krisis Memori dan Dampak Perang Iran
Manajemen Nintendo menyatakan bahwa penyesuaian harga ini merupakan respons terhadap perubahan kondisi pasar yang diperkirakan berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang. Salah satu faktor utama yang mencekik biaya produksi adalah krisis komponen memori yang melanda industri perangkat keras global. Para analis memprediksi kelangkaan dan tingginya harga memori ini tidak akan mereda setidaknya hingga tahun 2027 mendatang.
Selain masalah komponen, kondisi geopolitik turut memperkeruh margin keuntungan produsen asal Kyoto tersebut. Konflik bersenjata di Iran dilaporkan memberi dampak berantai pada lonjakan biaya energi serta hambatan akses rantai pasok material penting. Situasi ini membuat biaya manufaktur melambung tinggi, sehingga harga jual ke konsumen terpaksa dikoreksi demi menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan.
"Ini adalah respons terhadap berbagai perubahan kondisi pasar, yang diperkirakan akan meluas dalam jangka menengah hingga panjang," ungkap perwakilan Nintendo of America dalam pernyataan resminya.
Pasar Jepang Alami Tekanan Paling Berat
Konsumen di Jepang justru harus menghadapi kebijakan yang lebih agresif dibandingkan wilayah lain. Di negara asalnya, Nintendo menaikkan harga Switch 2 sebesar 20 persen menjadi 59.980 yen (sekitar Rp 6,1 juta) yang mulai berlaku lebih awal pada 25 Mei 2026. Pelemahan nilai tukar Yen terhadap dolar AS dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan utama mengapa harga di Jepang harus disesuaikan secara signifikan.
Berbeda dengan pasar Barat yang hanya mengalami kenaikan pada unit Switch 2, pasar Jepang akan melihat kenaikan harga pada seluruh lini produk. Berikut adalah daftar produk di Jepang yang mengalami kenaikan harga sekitar 10.000 yen:
- Nintendo Switch model standar
- Nintendo Switch OLED
- Nintendo Switch Lite
- Layanan langganan Nintendo Switch Online
- Kartu permainan fisik (Hanafuda)
Ikuti Jejak Sony dan Microsoft
Langkah Nintendo ini sebenarnya tidak mengejutkan mengingat kompetitor utama mereka, Sony dan Microsoft, sudah lebih dulu menaikkan harga konsol generasi sekarang. Industri gim secara keseluruhan memang sedang berjuang melawan inflasi dan biaya logistik yang tidak menentu. Bahkan, perangkat PC gaming seperti Steam Machine juga diprediksi akan mengalami lonjakan harga akibat melambungnya biaya produksi RAM.
Bagi konsumen di Indonesia, kebijakan ini kemungkinan besar akan berdampak pada harga jual di toko ritel lokal yang banyak mengambil stok dari pasar Amerika Serikat atau Jepang. Meskipun Nintendo belum memberikan pengumuman spesifik untuk wilayah Amerika Latin dan Asia Tenggara, perusahaan telah memberikan sinyal bahwa penyesuaian harga di wilayah lain akan menyusul dalam waktu dekat. Tekanan dari para investor yang tidak puas dengan margin keuntungan konsol sebelumnya disebut-sebut menjadi katalis di balik keputusan cepat ini.