JAKARTA — Dua produk wastra unggulan asal Maluku Utara, Putadino Kayangan dan Rapidino, terpilih mengikuti showcasing dan memasarkan produk secara langsung dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Ajang yang digelar Bank Indonesia di Hall A dan B JICC itu juga diramaikan produk Cokelat Sulamina pada outlet makanan dan minuman olahan.
Selain tiga UMKM yang tampil luring tersebut, 11 UMKM binaan KPwBI Maluku Utara lainnya mengikuti pameran secara daring dengan menampilkan produk unggulan masing-masing. Total partisipasi ini menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar nasional yang lebih luas.
Target Penguatan: Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
KKI 2026 mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing". Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat semangat "Budaya Meusare-Sare" dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga hal utama. "Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan," kata Destry saat membuka KKI 2026.
Menurutnya, daya saing UMKM perlu diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik dalam negeri maupun ke pasar ekspor. Ajang ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perbankan, asosiasi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
Skala Pameran Meningkat Signifikan dari Tahun Lalu
Selama empat hari, pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara melalui platform digital KKI, lebih dari 1.300 UMKM turut memamerkan produknya secara daring. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
BI menyelenggarakan kegiatan ini dengan melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Keterlibatan lintas sektor ini memperkuat ekosistem pendukung bagi pelaku UMKM di daerah, termasuk dari Maluku Utara.
Strategi BI Maluku Utara Dorong Digitalisasi dan Akses Pembiayaan
Bagi Maluku Utara, keterlibatan dalam KKI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. KPwBI Maluku Utara selama ini mengarahkan pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi.
Di Maluku Utara sendiri terdapat hampir 194 ribu UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Sektor tersebut menyerap lebih dari 41 persen tenaga kerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Melalui KKI 2026, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk mencintai dan bangga menggunakan produk UMKM Indonesia. Dukungan ini sekaligus membantu pelaku usaha lokal agar terus berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.