MALUKU UTARA — Industri film India kembali menghadirkan sejumlah judul yang mengangkat kisah penyandang disabilitas dengan pendekatan inklusif. Enam film ini dirilis antara 2024 dan 2025, mulai dari drama olahraga Sitaare Zameen Par hingga biopik Srikanth. Masing-masing menawarkan sudut pandang berbeda tentang ketangguhan dan penerimaan diri.
Deretan sineas India semakin berani mengangkat isu sensitif lewat representasi karakter penyandang disabilitas. Alih-alih menjual kesedihan, film-film ini hadir sebagai perayaan atas keteguhan manusia dalam melampaui keterbatasan fisik maupun mental. Dari kisah nyata para atlet hingga drama keluarga, setiap judul menawarkan pengalaman emosional yang berbeda.
1. Sitaare Zameen Par (2025)
Film ini digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari Taare Zameen Par yang lebih dulu memukau penonton dunia. Disutradarai R.S. Prasanna, ceritanya berfokus pada seorang pelatih basket temperamental yang dihukum menjalani layanan masyarakat dengan melatih tim berisi pemain disabilitas intelektual, termasuk Down Syndrome.
Awalnya merasa terpaksa, sang pelatih perlahan belajar tentang ketulusan dan arti kemenangan sesungguhnya dari para pemainnya. Aamir Khan kembali menunjukkan kelasnya sebagai aktor watak, beradu akting dengan Genelia Deshmukh. Film yang dirilis Juni 2025 ini menyajikan dinamika hubungan yang hangat dan penuh humor.
Sitaare Zameen Par bukan sekadar cerita olahraga, melainkan ode untuk inklusivitas dan kesempatan kedua. Narasinya mengalir ringan namun menohok, mengajarkan bahwa setiap orang memiliki sinarnya sendiri yang layak dirayakan.
2. Tanvi The Great (2025)
Karya sutradara veteran Anupam Kher ini mengangkat kisah Tanvi Raina, seorang gadis muda dengan autisme yang punya impian besar. Tanvi, diperankan pendatang baru Shubhangi Dutt, bercita-cita bergabung dengan militer atau setidaknya memberi penghormatan pada bendera negara di gletser Siachen demi memenuhi impian mendiang ayahnya.
Perjuangannya menembus birokrasi dan skeptisisme masyarakat menjadi inti cerita yang sangat emosional. Dirilis Juli 2025, film ini juga menampilkan aktor senior seperti Iain Glen dan Arvind Swamy. Anupam Kher berhasil meramu drama musikal ini menjadi tontonan yang menghibur sekaligus mendidik tentang spektrum autisme tanpa terjebak stereotip klise.
3. Srikanth (2024)
Bagi yang butuh suntikan motivasi nyata, biopik ini wajib masuk daftar tontonan. Srikanth mengangkat kisah hidup Srikanth Bolla, seorang industrialis sukses yang terlahir dengan gangguan penglihatan. Ditolak sistem pendidikan yang kaku, ia justru bangkit melawan arus, menempuh pendidikan di MIT Amerika Serikat, lalu kembali ke India mendirikan perusahaan yang memberdayakan ribuan pekerja, termasuk penyandang disabilitas.
Film yang tayang Mei 2024 ini disutradarai Tushar Hiranandani dengan Rajkummar Rao sebagai pemeran utama. Akting Rao dalam menangkap gestur dan emosi seorang tunanetra tanpa terkesan berlebihan patut diacungi jempol. Srikanth menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi awal revolusi diri jika dibarengi visi yang jernih.
4. Chandu Champion (2024)
Kisah nyata lain datang dari Chandu Champion yang menyoroti perjalanan Murlikant Petkar, atlet peraih medali emas Paralimpiade pertama untuk India. Dari seorang tentara yang mengalami cedera parah hingga lumpuh akibat perang, Murlikant menolak menyerah pada nasib. Ia beralih menjadi atlet renang dan membuktikan semangat juangnya tak bisa dipadamkan oleh peluru maupun kelumpuhan.
Disutradarai Kabir Khan, film ini menempatkan perjuangan seorang mantan prajurit sebagai pusat cerita. Perjalanan Murlikant dari rumah sakit hingga podium Paralimpiade menjadi salah satu narasi paling menginspirasi dalam sinema India beberapa tahun terakhir.
Mengapa Tema Ini Semakin Sering Diangkat
Perfilman India belakangan semakin berani mengangkat isu disabilitas dengan pendekatan yang memberdayakan. Representasi yang dulu terbatas pada karakter penderitaan kini bergeser ke kisah tentang prestasi, mimpi, dan penerimaan. Pendekatan ini membuat penonton tidak hanya tersentuh, tetapi juga belajar tentang inklusivitas.
Bagi penonton Indonesia, deretan film ini bisa menjadi pilihan tontonan yang membangkitkan optimisme. Setiap judul menawarkan perspektif berbeda, dari drama olahraga hingga biopik, dengan pesan yang relevan tentang ketangguhan menghadapi keterbatasan.