MALUKU UTARA — Girl group asal Indonesia, no na, resmi merilis album debut bertajuk island girl pada 18 September 2026 lewat label 88rising. Album berisi 15 lagu itu mengeksplorasi romansa, feminitas, persahabatan, dan masa muda, dengan sentuhan bunyi khas Indonesia seperti gamelan dan ceng-ceng. Perilisan ini menandai langkah baru Baila, Shaz, Christy, dan Esther setelah setahun membangun basis penggemar lewat singel-singel viral.
No na memulai perjalanan musik mereka pada Mei 2025 melalui singel perdana. Sejak itu, keempat personelnya perlahan membangun karakter dan identitas grup, jauh sebelum album penuh pertama lahir.
Sebelum island girl dilepas ke pasar, no na lebih dulu memperkenalkan arah musik mereka lewat proyek audiovisual berjudul speaker freaker (the long song). Karya berdurasi sekitar 15 menit itu bukan video musik biasa, melainkan rangkaian perjalanan musik dan visual yang mengalir dari awal sampai akhir.
Delapan Lagu dalam Satu Rangkaian Visual
Di dalam speaker freaker, delapan lagu dirangkai menjadi satu kesatuan yang saling terhubung. Beberapa di antaranya sudah dikenal publik, seperti rollerblade dan work, sementara sisanya merupakan materi baru yang diperkenalkan lewat proyek tersebut.
Penggarapan video musik speaker freaker dilakukan di sejumlah lokasi di Indonesia, termasuk Jakarta dan Yogyakarta. Visualnya menampilkan lanskap, dinamika perkotaan, serta kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas karya no na.
Gamelan hingga Klakson Minibus di 15 Lagu
Album island girl memuat 15 lagu yang menggambarkan sosok ceria, ekspresif, berani, sekaligus tetap tulus. Secara tematik, materi ini menyorot romansa, feminitas, persahabatan, masa muda, dan semangat menghadapi proses menuju kedewasaan.
Sentuhan lokal terasa kuat di beberapa lagu melalui elemen bunyi yang lekat dengan Indonesia. Denting ceng-ceng hadir dalam work, suara gamelan terdengar di rollerblade, dan bunyi klakson minibus menjadi bagian dari lagu honk!.
Identitas Indonesia juga tampil lewat sampul album island girl. Setiap anggota no na direpresentasikan melalui pose tari tangan khas Indonesia yang berbeda.
Langkah no na di Bawah Naungan 88rising
Island girl dirilis melalui 88rising, label yang menaungi sejumlah musisi Asia seperti Rich Brian, NIKI, dan Stephanie Poetri. Bergabungnya no na memperluas daftar artis Asia Tenggara di label tersebut.
Bagi no na, identitas Indonesia bukan sekadar tempelan. Grup ini menegaskan bahwa akar budaya menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun karakter dan perjalanan musik mereka sejak awal.
Dengan 15 lagu dan proyek visual yang matang, island girl menjadi penanda fase baru no na di industri musik pop Indonesia maupun kancah Asia.