PULAU MOROTAI — Wakil Bupati Pulau Morotai Rio Christian Pawane merinci bahwa laporan PT Jababeka mencatat total realisasi investasi Triwulan II 2026 mencapai Rp3,5 miliar. Dari jumlah itu, BUPP menyumbang Rp1,5 miliar dan pelaku usaha Rp2 miliar. Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Tenaga Ahli Utama Kepresidenan, Kedeputian Investasi dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta Badan Pengelola dan Pembangunan KEK Jababeka.
PT Jababeka Morotai Serap 895 dari 1.034 Tenaga Kerja
Dari total 1.034 tenaga kerja yang terserap hingga 2026, PT Jababeka Morotai menjadi penyerap terbesar dengan 895 orang. Posisi berikutnya ditempati Yayasan Pendidikan Universitas Presiden sebanyak 55 orang, lalu Biocrop 20 orang, Jababeka Infrastruktur 14 orang, dan Padang Golf Cikarang 13 orang.
Sejumlah perusahaan lain turut menambah serapan tenaga kerja, yakni Kyudenko 12 orang, Binamitra 10 orang, Samudera Era Abadi 7 orang, Tressbio (QD Japan) 5 orang, dan Royal Castle Investment 3 orang. Komposisi itu menunjukkan aktivitas usaha di kawasan KEK Morotai tidak bertumpu pada satu entitas saja.
Pelaku Usaha di Balik Rp2 Miliar Investasi Swasta
Investasi dari pelaku usaha mencakup sejumlah nama yang beroperasi di kawasan, antara lain PT Jababeka Morotai, Padang Golf Cikarang, Jababeka Infrastruktur, dan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden. Keempatnya tercatat sebagai kontributor utama dalam laporan realisasi Triwulan II 2026.
Rio menilai keberadaan KEK Morotai berkontribusi langsung pada pembukaan lapangan kerja bagi warga setempat. Menurutnya, aktivitas usaha di kawasan itu turut menggerakkan perekonomian lokal di luar sektor formal.
Pemkab Morotai Jaga Iklim Investasi lewat Sinergi
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menyatakan komitmen menjaga iklim investasi tetap positif dan kondusif. Caranya melalui sinergi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan, termasuk Jababeka dan pelaku usaha di kawasan.
"Jadi, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus mendorong terciptanya iklim investasi yang positif dan kondusif, termasuk memperkuat sinergi dengan Jababeka dan para pelaku usaha agar investasi di KEK Morotai terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas Rio.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola kawasan. Fokusnya mendorong investasi, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan ekonomi masyarakat Morotai.
"Pemerintah daerah, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola kawasan untuk mendorong investasi, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan ekonomi masyarakat," tandasnya.