TALIABU — Ratusan penyandang disabilitas di Kabupaten Pulau Taliabu bakal segera menerima bantuan sosial yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masing-masing. Saat ini, petugas tengah bergerak mendatangi rumah-rumah warga untuk memvalidasi data usulan yang sebelumnya belum tuntas diverifikasi.
Kepala Sentra Nipotowe Palu, Diah Rini Lesmawati, menegaskan bahwa pendampingan ini bukan sekadar menuntaskan data lama, melainkan juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar ke depan mampu melakukan asesmen secara mandiri.
“Ke depan, jika ada pengusulan kebutuhan bagi penyandang disabilitas, SDM di Taliabu sudah mampu melakukan assessment sendiri. Mereka tinggal melaporkan hasilnya kepada kami sesuai kebutuhan penerima,” katanya, Kamis (30/7/2026).
Verifikasi Ketat untuk Hindari Salah Sasaran
Setelah proses pendataan lapangan selesai, seluruh hasil asesmen akan diunggah melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Data tersebut selanjutnya diverifikasi bersama Kemensos melalui pertemuan daring.
Diah menjelaskan, jika ditemukan data yang masih meragukan, petugas dapat melampirkan dokumentasi video sebagai bahan konfirmasi. Langkah ini ditempuh agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi penerima di lapangan.
“Penyandang disabilitas anak dengan kondisi lumpuh, misalnya, membutuhkan kursi roda khusus seperti kursi roda Cerebral Palsy (CP) yang lebih aman dibanding kursi roda biasa. Setiap usulan harus dipastikan melalui proses verifikasi agar tepat sasaran,” ujarnya.
Target Bantuan Cair Sebelum Pertengahan Agustus
Peningkatan kapasitas operator SIKS-NG di Pulau Taliabu dinilai krusial. Sebab, selama ini proses pengusulan bantuan seringkali terhambat oleh keterbatasan tenaga teknis yang memahami proses asesmen.
Diah berharap Dinsos Pulau Taliabu dapat menuntaskan seluruh proses assessment dalam waktu sepekan. Jika seluruh data telah terverifikasi pada pertengahan Agustus mendatang, Kemensos akan segera memproses pengadaan bantuan sosial sebelum dikirimkan ke Pulau Taliabu.
Dengan rampungnya validasi data ini, diharapkan tidak ada lagi penyandang disabilitas di daerah kepulauan yang tertinggal dalam penerimaan bantuan sosial dari pemerintah pusat.