DARUBA — Kebanggaan tengah dirasakan Kabupaten Pulau Morotai setelah lima siswa SMA Negeri 1 Pulau Morotai lolos sebagai wakil Indonesia di ajang internasional. Mereka akan bertanding dalam Malaysia Rocket CanSat Competition (MRCCI) yang dijadwalkan berlangsung pada 8–10 September 2026.
Yang menjadi perhatian, para siswa ini harus beradu kemampuan dengan peserta dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk universitas. Tim Roket Smansa menargetkan kemenangan di tengah persaingan yang berat tersebut.
Lima Nama yang Akan Berlaga di Negeri Jiran
Kelima siswa yang tergabung dalam Tim Roket Smansa adalah Migdad Azhary Ode Idjan, Said Djulkadar, Rahada Aprilia Musa, Imanuel Mhrselb Farans Matantu, dan Reatu Gumilar R. Sula. Mereka didampingi satu guru pendamping.
Untuk kategori yang diikuti, tim ini merancang roket dengan target ketinggian capaian sekitar satu kilometer. Proses desain dan pengujian dilakukan melalui riset yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanan Panjang Seleksi Sejak 2023
Migdad Azhary Ode Idjan, salah satu anggota tim, menceritakan bahwa ketertarikannya pada teknologi roket telah dimulai sejak 2023. Riset dilakukan secara bertahap dan penuh tantangan.
“Kami berharap bisa memberikan yang terbaik dan membawa nama Indonesia, Maluku Utara, serta Morotai,” ujar Migdad kepada awak media, Kamis (3/9/2026).
Target Juara dan Dukungan Penuh Pemerintah
Plt Kepala SMA Negeri 1 Morotai, Magdalena, menyebut persiapan tim sejatinya telah dimulai sejak akhir tahun 2025. Keikutsertaan ini bukanlah hasil instan, melainkan melalui proses seleksi berlapis sebelum dinyatakan lolos.
“Kami menargetkan bisa meraih juara. Lawan yang dihadapi bukan hanya dari tingkat SMA, tetapi juga universitas,” jelas Magdalena.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menyampaikan apresiasi langsung kepada para siswa. Pencapaian ini dinilai luar biasa karena mampu menembus level kompetisi global.
“Pemerintah daerah sangat mendukung dan memberikan support kepada adik-adik kita. Capaian mereka luar biasa karena mampu mengikuti ajang internasional. Kami sangat bangga atas prestasi mereka,” kata Muhammad Umar Ali.
Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pelajar lain di Morotai untuk mengembangkan potensi di bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi.
Dampak bagi Morotai: Bukan Cuma Soal Roket
Lolosnya para siswa ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di daerah timur Indonesia. Morotai, yang dikenal sebagai wilayah dengan sejarah pertahanan nasional, kini mencatatkan nama lewat inovasi teknologi anak mudanya.
Bagi Migdad dan kawan-kawan, penerbangan ke Malaysia tidak hanya untuk membawa nama sekolah. Identitas Morotai dan Indonesia akan mereka bawa ke panggung kompetisi internasional.
Keikutsertaan ini juga menjadi momentum untuk menguji hasil riset sekaligus mengembangkan kemampuan para siswa di bidang teknologi roket di tingkat Asia.