PULAU MOROTAI — Tim roket asal daerah pelosok Maluku Utara ini membawa misi besar: menembus persaingan tingkat internasional dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara. Komunitas Roket SMAN 1 Morotai yang beranggotakan lima siswa ini akan berlaga di ajang bergengsi tersebut.
Kelima siswa yang dimaksud adalah Migdad Azhary Ode Idjan, Said Djulkadar, Rahada Aprilia Musa, Imanuel Marsel Farans Matantu, dan Reatu Gumilar R. Sula. Mereka didampingi satu guru pembimbing dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Target Juara di Tengah Persiapan Matang
Kepala SMAN 1 Morotai, Makdalena, menyampaikan bahwa persiapan tim telah berjalan intensif sejak penghujung tahun 2025. Komunitas roket di sekolahnya memang aktif melakukan riset dan pengembangan teknologi roket dalam beberapa tahun terakhir.
Pada kompetisi nanti, tim ditargetkan merancang roket yang mampu mencapai ketinggian sekitar satu kilometer. Target yang dicanangkan sekolah cukup berani, yakni membawa pulang gelar juara.
"Persiapan menghadapi kompetisi telah dilakukan sejak akhir 2025. Kami menargetkan bisa meraih juara. Lawan yang dihadapi bukan hanya dari tingkat SMA, tetapi juga universitas," ujar Makdalena.
Dukungan Penuh Pemda Pulau Morotai
Capaian membanggakan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan sekadar kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level global.
Umar berharap keberhasilan tim ini dapat memicu semangat pelajar lain di Pulau Morotai untuk mengembangkan potensi di bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi. Pemerintah daerah disebutnya akan memberikan dukungan penuh.
"Capaian ini merupakan kebanggaan bagi daerah sekaligus dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk mengembangkan potensi di bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi. Pemerintah daerah sangat mendukung dan memberikan support kepada adik-adik kita," kata Umar, Kamis (3/9/2026).
Kategori Roket 1 Kilometer
Pada Malaysia Rocket CanSat Competition, peserta ditantang merancang roket yang membawa muatan CanSat—simulasi satelit seukuran kaleng minuman—untuk mencapai ketinggian tertentu dan melakukan misi selama terjun payung kembali ke bumi.
Untuk kategori yang diikuti Tim Smansa Morotai, roket harus dirancang mampu mencapai ketinggian sekitar 1 kilometer. Tingkat kesulitan bertambah karena kompetisi ini terbuka untuk pelajar SMA hingga perguruan tinggi.
Keikutsertaan lima pelajar dari kabupaten kepulauan ini menjadi catatan tersendiri. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga identitas Maluku Utara di pentas riset dan teknologi internasional.