SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menggenjot perbaikan kualitas hunian warga lewat Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Setiap rumah yang masuk kategori tidak layak akan mendapat intervensi sesuai kebutuhan di lapangan, tidak sekadar perbaikan kosmetik bangunan.
Gubernur Sherly Laos menegaskan program ini bukan hanya soal mengganti atap atau memperbaiki dinding. Ia menilai rumah layak huni adalah fondasi bagi keluarga untuk hidup lebih aman, sehat, dan produktif.
“Bahagia itu sederhana. Melihat senyum seorang ibu ketika rumahnya akhirnya lebih nyaman untuk ditinggali,” kata Sherly dalam pernyataan yang diterima awak media, baru-baru ini.
Tiga Skema Bantuan yang Disiapkan Pemerintah
Pemprov menyiapkan beberapa kebutuhan yang bisa diusulkan masyarakat, masing-masing dengan nilai bantuan berbeda:
- Pembangunan rumah baru senilai Rp 60 juta
- Renovasi rumah senilai Rp 35 juta
- Pembangunan dapur senilai Rp 25 juta
Skema ini dirancang agar intervensi pemerintah sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Verifikasi Lapangan Jadi Kunci agar Tepat Sasaran
Sherly mengakui masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan namun belum terdata pemerintah. Karena itu, ia mendorong warga untuk aktif melaporkan kondisi rumah di sekitarnya.
Usulan bisa diajukan bukan hanya untuk rumah sendiri, tetapi juga rumah keluarga, tetangga, atau warga lain yang dinilai layak menerima bantuan. Masyarakat dapat menyampaikan usulan melalui kanal pendataan Program RTLH Pemprov Maluku Utara.
“Dan mungkin masih banyak keluarga seperti Ibu yang belum kami temukan,” ujarnya.
Setiap usulan yang masuk akan diverifikasi langsung oleh tim di lapangan. Langkah ini ditempuh agar bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang paling membutuhkan.
“Tim akan melakukan verifikasi langsung di lapangan agar bantuan tepat sasaran,” tegas Sherly.
Rumah Layak, Masa Depan Keluarga Lebih Bermartabat
Menurut Sherly, rumah yang layak termasuk kebutuhan dasar yang memberi rasa aman sekaligus menopang produktivitas keluarga. Program RTLH diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi para penerima.
“Karena di balik satu rumah yang kita perbaiki, ada satu keluarga yang bisa menjalani masa depannya dengan lebih bermartabat, nyaman dan produktif,” tandasnya.