MALUKU UTARA — Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan pihaknya siap melayani setiap pemerintah daerah yang ingin berkolaborasi dalam ekosistem pembangunan Nusantara. Jawa Tengah disebutnya memiliki posisi strategis untuk masuk dalam rantai pasok dan ekonomi kawasan tersebut.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Otorita IKN tersebut.
Skema Pembiayaan dan Nilai Investasi yang Sudah Masuk IKN
Basuki memaparkan, pembangunan IKN saat ini ditopang empat sumber pembiayaan utama: APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah. Dari sektor swasta, realisasi investasi yang masuk telah mencapai Rp74,54 triliun yang berasal dari 67 investor.
Sementara itu, nilai proyek yang berjalan melalui skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun. Angka ini menjadi daya tarik bagi daerah yang ingin mengambil peran dalam pembangunan ibu kota negara.
Bentuk Kolaborasi yang Bisa Dikerjakan Jateng
Basuki menegaskan kerja sama tidak hanya terbatas pada penanaman modal. Ia membuka ruang kolaborasi dalam penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.
Peluang tersebut dinilai mampu memperluas rantai pasok bagi pelaku usaha di Jawa Tengah sekaligus menciptakan lapangan ekonomi baru. Sinergi antardaerah disebutnya penting untuk memperkuat ekosistem Nusantara sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur Ahmad Luthfi Bawa Pendekatan Kolaboratif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik tawaran tersebut. Ia mengatakan pengalaman membangun Jawa Tengah secara kolaboratif menjadi modal untuk bersinergi dengan Otorita IKN. Pendekatan ini, menurutnya, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan elemen masyarakat.
“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.
Kehadiran para bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah dalam pertemuan itu menunjukkan kerja sama tidak harus terpusat di tingkat provinsi. Setiap kabupaten memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan sesuai kebutuhan IKN.
Langkah Selanjutnya Setelah Audiensi
Pertemuan ini masih tahap awal untuk mengidentifikasi bentuk kerja sama yang paling potensial. Otorita IKN dan Pemprov Jateng sepakat menindaklanjuti komunikasi ini menjadi kerja sama strategis yang mendorong investasi dan memperluas peluang usaha.
Bagi Jawa Tengah, keterlibatan dalam pembangunan Nusantara membuka akses pasar baru bagi produk dan jasa daerah. Bagi IKN, kolaborasi dengan daerah memperkuat basis ekonomi kawasan yang tengah dibangun dari nol.
Jika penjajakan ini berlanjut ke tahap konkret, hubungan Jawa Tengah dan Nusantara berpotensi membangun rantai ekonomi antardaerah yang saling menguatkan. Manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan dirasakan langsung oleh masyarakat di kedua wilayah.