MALUKU UTARA — Baik Paraguay maupun Australia sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan. Keduanya kalah dari Amerika Serikat dan menang atas Turki. Selisih gol menjadi pembeda: Australia unggul berkat kemenangan 2-0 atas Turki, sementara Paraguay hanya menang 1-0.
Modal Berbeda Menuju Laga Penentuan
Australia datang dengan kepercayaan diri lebih solid. Pelatih Tony Popovic telah membangun identitas permainan yang jelas. Kekalahan 0-2 dari AS dianggap tidak sepenuhnya menggambarkan kelemahan The Socceroos.
Di sisi lain, Paraguay harus kehilangan Miguel Almiron akibat kartu merah saat melawan Turki. Absennya sang playmaker membuat lini tengah La Albirroja perlu dirombak ulang.
Skema Imbang Sudah Cukup bagi Australia
Keunggulan selisih gol membuat Australia hanya butuh hasil imbang untuk mengunci posisi runner-up. Namun, strategi bermain aman bisa menjadi bumerang jika Paraguay bermain agresif sejak menit awal.
Empat dari lima jurnalis CNNIndonesia.com memprediksi Australia akan menang tipis. Skenarionya beragam: 2-1, 1-0, hingga kemenangan dengan tekanan tinggi. Hanya satu yang memprediksi Paraguay bangkit dengan skor 3-2.
Paraguay dalam Tekanan, Australia Lebih Kompak
Tanpa Almiron, Paraguay diperkirakan akan mengandalkan permainan cepat untuk menembus pertahanan Australia. Namun, The Socceroos punya keunggulan sebagai unit yang lebih padu. "Australia lebih punya kemampuan bermain sebagai sebuah unit yang lebih baik ketimbang Paraguay," tulis Nova Arifianto dalam prediksinya.
Kombinasi disiplin bertahan dan kecepatan di lini depan menjadi senjata utama Australia. Jika Popovic bisa menjaga konsentrasi anak asuhnya selama 90 menit, peluang menang tipis terbuka lebar.
Kunci Laga: Klinis di Depan Gawang
Dengan tensi tinggi dan tekanan mental yang besar, pertandingan diprediksi berjalan alot. Tim yang lebih efektif memanfaatkan peluang akan keluar sebagai pemenang. Australia dianggap lebih siap secara taktik, sementara Paraguay mengandalkan determinasi tinggi untuk membalikkan keadaan.
Laga ini menjadi penentu nasib kedua tim di Piala Dunia 2026. Satu tiket tersisa di Grup D akan diperebutkan hingga peluit panjang berbunyi.