MALUKU UTARA — Prancis langsung tancap gas sejak menit awal. Dominasi penguasaan bola dan tekanan tinggi membuat Senegal kesulitan mengembangkan permainan. Gol pertama lahir berkat kerja sama apik antara Kylian Mbappe dan Michael Olise. Umpan terobosan Olise dari sisi kanan sukses dikonversi Mbappe menjadi gol pada menit ke-23.
Olise: Playmaker dengan Kepala Tegak
Kapten Prancis, Kylian Mbappe, tak sungkan memuji peran Michael Olise. Menurutnya, bermain bersama pemain Bayern Munich itu membuat segalanya terasa ringan. "Bersama Michael, semuanya menjadi sangat mudah karena dia adalah tipe pemain yang selalu bermain dengan kepala tegak," ujar Mbappe kepada Marca.
"Saat bermain dengannya, Anda hanya perlu berpikir untuk menawarkan solusi, membuka jalur operan, dan dia pasti akan melihatnya. Dia sudah tahu akan hal itu, dan itu benar-benar keren," tambah penyerang Real Madrid tersebut.
Barcola Perlebar Jarak, Mbappe Tutup Pesta Brace
Unggul satu gol tak membuat Prancis mengendur. Bradley Barcola menggandakan keunggulan pada menit ke-41 lewat tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Memasuki babak kedua, Mbappe kembali mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-58, memanfaatkan kemelut di depan gawang Senegal. Les Bleus unggul 3-0.
Senegal baru bisa memperkecil kedudukan di menit-menit akhir. Ibrahim Mbaye mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-88, namun itu tak cukup mengubah hasil akhir. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Performa Moncer Olise Berlanjut
Penampilan apik Olise bukan kejutan. Sebelumnya, ia mencetak hat-trick kala Prancis menundukkan Irlandia Utara di laga uji coba. Konsistensi ini membuat duet Olise-Mbappe menjadi senjata utama Prancis di turnamen ini.
Prancis akan menghadapi Irak pada pertandingan kedua Grup C. Kontribusi Olise dan Mbappe jelas akan kembali ditunggu untuk mengamankan tiket ke babak gugur lebih awal.