Pencarian

Biaya Asuransi Mobil Listrik di AS 42 Persen Lebih Mahal dari Mobil Bensin, Ini Penyebabnya

Senin, 15 Juni 2026 • 11:03:31 WIB
Biaya Asuransi Mobil Listrik di AS 42 Persen Lebih Mahal dari Mobil Bensin, Ini Penyebabnya
Premi asuransi mobil listrik di AS rata-rata 42 persen lebih mahal dibandingkan mobil bensin.

MALUKU UTARA — Meski selisih harga beli antara mobil listrik dan mobil bensin mulai menyempit, biaya operasional tahunan justru masih timpang. Laporan Carscoops yang mengutip data Insurify mengungkapkan bahwa premi asuransi menjadi faktor utama pembeda biaya kepemilikan.

Premi Asuransi Mobil Listrik Masih Tinggi Meski Turun dari Puncaknya

Rata-rata premi asuransi mobil listrik di AS saat ini sebesar 3.159 dolar AS per tahun. Angka ini memang sudah turun dari puncaknya yang mencapai 3.509 dolar AS pada Maret 2025. Namun, jaraknya masih jauh dibandingkan rata-rata premi mobil bensin yang hanya 2.218 dolar AS per tahun.

Carscoops mencatat bahwa usia rata-rata kendaraan di jalanan AS adalah 11,5 tahun. Kondisi ini membuat perbandingan premi kurang fair karena mayoritas mobil bensin yang lebih tua memiliki nilai pertanggungan lebih rendah.

Ketika Dibandingkan Model Seumuran, Selisihnya Menyempit

Insurify juga menganalisis data untuk model tahun 2024 dan yang lebih baru dari semua jenis powertrain. Hasilnya, selisih premi antara mobil listrik dan mobil bensin menyusut drastis menjadi hanya 18 persen.

Untuk kelompok model terbaru ini, rata-rata premi mobil listrik mencapai 3.293 dolar AS per tahun. Sementara mobil bensin setara dibanderol 2.792 dolar AS per tahun. Artinya, faktor usia kendaraan memang berkontribusi besar terhadap kesenjangan premi.

Lokasi Tinggal Pengaruhi Besaran Premi, Washington DC Paling Mahal

Analisis Insurify menunjukkan bahwa lokasi tempat tinggal pemilik mobil juga menentukan besaran premi. Di beberapa negara bagian, premi mobil listrik baru bisa 50 persen lebih tinggi dibandingkan mobil bensin setara.

Washington DC menjadi wilayah termahal. Pemilik mobil listrik di sana membayar rata-rata 6.102 dolar AS per tahun, sementara pemilik mobil bensin 4.821 dolar AS per tahun. Di Massachusetts, perbedaannya mencapai 54 persen dengan premi mobil listrik 3.560 dolar AS berbanding 2.318 dolar AS untuk mobil bensin.

Menurut Insurify, kepadatan lalu lintas perkotaan, harga kendaraan yang lebih tinggi, dan meningkatnya biaya tenaga kerja perbaikan mobil listrik menjadi faktor utama kesenjangan di Massachusetts. Sementara di New York, perbedaannya 45 persen dengan premi mobil listrik 4.531 dolar AS versus 3.135 dolar AS untuk mobil bensin.

Rhode Island mencatatkan premi mobil listrik baru rata-rata 6.043 dolar AS per tahun. Angka ini naik 41 persen sejak awal 2024.

Mobil Listrik Mewah Dominasi Daftar Premi Termahal

Kendaraan listrik mewah mendominasi daftar asuransi termahal. Mercedes-Benz EQS Sedan memuncaki daftar dengan premi komprehensif tahunan rata-rata 4.703 dolar AS. Disusul Tesla Model S dengan 4.558 dolar AS dan BMW i5 dengan 4.554 dolar AS.

Menariknya, Mercedes-Benz EQS justru lebih murah dari Mercedes-Benz S-Class versi bensin yang premi asuransinya mencapai 5.101 dolar AS per tahun. Semua model Tesla saat ini masuk dalam 10 besar mobil listrik termahal untuk asuransi.

Tesla Cybertruck mencatatkan premi rata-rata 4.135 dolar AS per tahun. Sebagai perbandingan, Chevrolet Silverado versi bensin hanya 2.754 dolar AS per tahun.

Ada Negara Bagian yang Justru Lebih Murah untuk Mobil Listrik

Tidak semua wilayah memberlakukan premi lebih tinggi untuk mobil listrik. Montana dan West Virginia justru mencatatkan premi 4 persen lebih murah untuk mobil listrik dibandingkan mobil bensin.

Nebraska juga disebut sebagai surga bagi pemilik mobil listrik. Di negara bagian ini, rata-rata premi asuransi mobil listrik lebih rendah dibandingkan mobil bensin setara. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor regulasi dan risiko lokal sangat memengaruhi kebijakan premi asuransi.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks