Pencarian

Harga Pertamax di Morotai Naik Rp 4.050 Jadi Rp 16.650 per Liter, Warga Khawatir Efek Domino ke Harga Kebutuhan Pokok

Rabu, 10 Juni 2026 • 12:16:01 WIB
Harga Pertamax di Morotai Naik Rp 4.050 Jadi Rp 16.650 per Liter, Warga Khawatir Efek Domino ke Harga Kebutuhan Pokok
Kenaikan harga Pertamax di Morotai resmi berlaku mulai 10 Juni 2026.

MOROTAI — Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi berlaku pada Rabu (10/6/2026). Harga di SPBU Sri Dewi Jaya Kilo Tiga—satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar di wilayah itu—melonjak dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter.

Manajer SPBU Sri Dewi Jaya, Haris Patasumowo, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga ini mengikuti kebijakan nasional PT Pertamina Patra Niaga.

“Jadi BBM jenis Pertamax per pagi ini sudah naik karena secara nasional naik. Penjualan pagi ini di SPBU kami sudah mengikuti harga yang terbaru,” kata Haris saat dikonfirmasi.

Kenaikan Hanya di Pertamax, Dexalite Justru Turun

Haris menjelaskan bahwa kenaikan hanya terjadi pada Pertamax. Sementara itu, harga BBM jenis Dexalite justru mengalami penurunan dari Rp 26.000-an menjadi Rp 23.000 per liter sejak beberapa pekan lalu.

Meski harga Pertamax naik signifikan, ia memastikan aktivitas pengisian BBM di SPBU tetap berjalan lancar. Stok BBM disebut aman untuk memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat dari pagi hingga sore hari.

Warga Keluhkan Kenaikan Mendadak dan Efek Domino

Kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp 4.000 ini memicu keluhan dari masyarakat setempat. Warga mengaku terkejut karena kenaikan terjadi secara mendadak dan khawatir akan memicu efek domino terhadap harga kebutuhan pokok.

Raisah, seorang warga yang ditemui di SPBU, mengeluhkan dampak berantai dari kebijakan ini terhadap kondisi ekonomi rumah tangganya. Ia juga khawatir harga Pertamax di tingkat pengecer atau depot akan jauh lebih mahal.

“BBM naik, kebutuhan dapur juga pasti naik. Ini naiknya paling tinggi. Kalau di SPBU saja sudah naik begini, bagaimana dengan Pertamax yang dijual di depot-depot? Pasti bisa naik sampai Rp 20.000 per liter,” keluh Raisah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat ini sangat menekan masyarakat kecil yang memiliki pendapatan terbatas.

“Secara pribadi ini berdampak pada aktivitas kami, mulai dari ekonomi di dapur dan yang lain. BBM hari ini naik sangat parah. Kami berharap pemerintah jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks