Pencarian

Perbaikan Turbin MCTN Bisa Lebih Cepat 10 Hari, Produksi Minyak Blok Rokan Diharapkan Segera Pulih

Selasa, 09 Juni 2026 • 21:19:01 WIB
Perbaikan Turbin MCTN Bisa Lebih Cepat 10 Hari, Produksi Minyak Blok Rokan Diharapkan Segera Pulih
Perbaikan turbin MCTN diperkirakan selesai lebih cepat, mempercepat pemulihan produksi minyak Blok Rokan.

MALUKU UTARA — Proses perbaikan turbin pembangkit listrik MCTN yang sempat molor dan mengancam produksi minyak Blok Rokan, akhirnya menemukan titik terang. SKK Migas mengumumkan bahwa komponen pembangkit yang diperbaiki di PT Sulzer bisa dikirim lebih awal, yakni pada 20 Juni 2026, bukan 30 Juni 2026 seperti rencana sebelumnya.

"Hasil diskusi menunjukkan adanya peluang percepatan. Peralatan bisa berangkat dari PT Sulzer pada 20 Juni menuju Pelabuhan Patimban, lalu ke Riau menggunakan kapal Ro-Ro. Artinya, ada potensi maju 10 hari dari jadwal sebelumnya," ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Potensi Maju Lebih Cepat Lagi

Tak berhenti di situ, manajemen PT Sulzer disebut masih membuka peluang percepatan tambahan. Hal ini akan bergantung pada kesepakatan lebih lanjut dengan PT MCTN. Untuk mengejar target yang lebih agresif, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) dijadwalkan mengunjungi pabrik PT Sulzer.

"Besok giliran Ditjen Gatrik berkunjung ke PT Sulzer untuk mendiskusikan potensi percepatan dari target 20 Juni tersebut. Kami berharap minggu depan pekerjaan sudah selesai dan peralatan dapat langsung dikirim ke Riau," tambah Djoko.

Dampak Langsung ke Produksi Minyak Nasional

Langkah agresif ini diambil karena gangguan pada pembangkit MCTN berdampak langsung pada penurunan produksi minyak Blok Rokan. Blok ini merupakan salah satu penyumbang minyak terbesar bagi negara, dan pompa-pompa minyak di lapangan sangat bergantung pada pasokan listrik dari MCTN. Setiap hari turbin tidak beroperasi, potensi produksi yang hilang terus menggunung.

Untuk memastikan proses perbaikan berjalan mulus, SKK Migas pun menawarkan dukungan penuh. "Kami siap memberikan bantuan, baik dari segi personel maupun biaya apabila diperlukan untuk mempercepat proses ini," tegas Djoko. Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran direksi PHR, MCTN, PT Sulzer, serta perwakilan PLN dan Ditjen Migas.

Dengan adanya potensi pengiriman yang lebih cepat, SKK Migas optimistis pasokan listrik ke PHR bisa segera pulih. Hal ini menjadi kunci untuk mengejar target produksi minyak nasional yang sempat terganggu akibat kerusakan turbin tersebut.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks