MALUKU UTARA — General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan penghargaan ini bukan sekadar trofi. Menurutnya, ini adalah hasil dari kedisiplinan seluruh insan PLN dalam menerapkan standar keselamatan di setiap aktivitas operasional.
"Bagi PLN, keselamatan bukan sekadar indikator kinerja, tetapi merupakan tanggung jawab yang melekat dalam setiap pekerjaan. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan setiap personel kembali ke rumah dengan selamat," ujar Rizky dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).
Rutinitas K3 yang Berbuah Hasil
Untuk mencapai nihil kecelakaan, PLN UID Lampung menjalankan berbagai langkah secara berkesinambungan. Mulai dari safety briefing rutin, inspeksi lapangan, hingga pengawasan pekerjaan secara online.
Perusahaan juga menerapkan CSMS Full Cycle—sebuah sistem manajemen keselamatan kontraktor—serta terus memperkuat kompetensi personel. Pendekatan ini tidak hanya meminimalkan risiko, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang lebih produktif.
Dampak Langsung ke Pelanggan
Bagi masyarakat Lampung, capaian ini bukan sekadar urusan internal PLN. Operasional yang aman berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik. Ketika pekerjaan berjalan tanpa insiden, gangguan distribusi bisa ditekan dan pelayanan ke pelanggan tetap terjaga.
Rizky menambahkan bahwa tantangan ke depan justru lebih berat: mempertahankan capaian ini di tengah dinamika operasional yang semakin kompleks. "Kami akan terus memperkuat kompetensi SDM, meningkatkan pengawasan di lapangan, serta mendorong setiap insan PLN untuk saling peduli dan saling mengingatkan," katanya.
Prinsip 'Jiwa Manusia' sebagai Landasan
PLN UID Lampung menjadikan prinsip "Tidak Ada yang Lebih Utama dari Jiwa Manusia" sebagai pedoman. Setiap proses bisnis dipastikan berjalan aman, mulai dari perencanaan matang, identifikasi potensi bahaya, hingga pengawasan berlapis.
Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dengan begitu, layanan kelistrikan bagi masyarakat Lampung bisa diberikan secara berkelanjutan tanpa insiden yang merugikan jiwa.