GORONTALO — Harga emas Antam Logam Mulia di Gorontalo pada Selasa (9/6/2026) tercatat stabil di tengah fluktuasi harga logam mulia secara nasional. Untuk ukuran 0,5 gram, banderolnya dibanderol Rp 705.000, sementara ukuran 1 gram dijual Rp 1,41 juta.
Harga ini belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pembelian di atas Rp 10 juta juga dikenakan biaya administrasi tambahan sesuai kebijakan butik emas masing-masing.
Daftar Harga Emas Antam Logam Mulia di Gorontalo 9 Juni 2026
Berikut rincian harga emas Antam Logam Mulia untuk berbagai ukuran yang berlaku di Gorontalo hari ini:
- 0,5 gram: Rp 705.000
- 1 gram: Rp 1.410.000
- 5 gram: Rp 6.800.000
- 10 gram: Rp 13.550.000
- 25 gram: Rp 33.750.000
- 50 gram: Rp 67.450.000
- 100 gram: Rp 134.800.000
Mengapa Harga Emas Antam di Gorontalo Bisa Berbeda?
Harga emas Logam Mulia yang tercantum merupakan harga acuan nasional yang diterbitkan PT Antam setiap hari kerja. Namun, harga jual di butik emas atau gerai resmi di Gorontalo bisa berbeda karena faktor ongkos kirim, margin penjual, dan biaya administrasi lokal.
Warga Gorontalo yang ingin membeli emas Antam bisa langsung mendatangi gerai Logam Mulia terdekat atau melalui platform e-commerce resmi. Pembelian secara online biasanya dikenakan biaya pengiriman tambahan yang bervariasi tergantung jarak dan ekspedisi.
Emas Antam Masih Jadi Pilihan Investasi Warga Gorontalo?
Emas batangan Antam tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit di daerah, terutama saat harga cenderung stabil. Meskipun nominalnya tinggi, ukuran 0,5 gram menjadi pintu masuk bagi investor kecil yang ingin mulai menabung emas.
“Banyak warga yang beli ukuran kecil dulu, baru kemudian upgrade ke ukuran lebih besar kalau sudah rutin,” ujar salah satu staf butik emas di Gorontalo yang enggan disebut namanya.
Investasi emas fisik dinilai lebih aman dibandingkan instrumen lain karena nilainya yang cenderung naik dalam jangka panjang. Namun, pembeli tetap disarankan memperhatikan selisih harga jual dan beli (spread) yang bisa mencapai 5-8 persen.