MALUKU UTARA — Forum yang berlangsung di Kota Dumai ini diikuti oleh perwakilan kehumasan dari seluruh cabang Pelindo Regional 1, termasuk subholding dan anak perusahaan. Mereka tidak hanya berkumpul, tetapi juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang membahas isu-isu strategis di bidang komunikasi dan keterbukaan informasi publik.
Kegiatan ini digelar di tengah tekanan publik yang semakin tinggi terhadap BUMN untuk menyajikan data dan informasi secara transparan. Pelindo, sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia, membutuhkan barisan humas yang sigap dan kompeten di setiap daerah operasinya.
Direktur Utama Pelindo Beri Arahan Langsung
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, turut hadir secara daring dalam forum tersebut. Ia memberikan arahan langsung kepada para peserta. Kehadiran orang nomor satu di perusahaan ini menandakan betapa seriusnya manajemen puncak dalam membenahi sektor komunikasi.
Selain itu, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, juga ikut serta memberikan pandangan. Arahan dari dua petinggi perusahaan ini menjadi energi tambahan bagi para humas yang bertugas di lapangan.
Bekal Baru untuk Humas di Lapangan
Selama dua hari, peserta tidak hanya mendengar paparan, tetapi juga berdiskusi secara interaktif. Mereka membahas berbagai tantangan yang kerap dihadapi saat berkomunikasi dengan publik, mulai dari cara menangani krisis hingga menyusun siaran pers yang efektif.
“Kami ingin setiap humas di cabang bisa menjadi jembatan yang kuat antara perusahaan dan masyarakat. Bukan sekadar juru bicara, tetapi juga pengelola informasi yang kredibel,” demikian pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.
Kota Dumai dipilih sebagai tuan rumah karena menjadi salah satu titik strategis operasional Pelindo Regional 1 di pesisir timur Sumatera. Dengan selesainya forum ini, Pelindo berharap kualitas komunikasi publik di setiap cabang bisa merata dan tidak lagi timpang. (Z-10)