MABA — Plt Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo, bersama jajarannya, turun langsung meninjau lokasi longsor di ruas Payahe–Meda beberapa hari lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi lapangan dan mempercepat penanganan yang diperlukan.
Ruas Payahe–Meda merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Timur. Gangguan di jalur ini berpotensi menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Dua Titik Longsor Masuk Kontrak Permanen 2026
Dari tujuh titik longsor yang teridentifikasi, dua titik akan segera mendapat penanganan permanen. “Kami akan melakukan percepatan penanganan permanen di lapangan guna mengurangi tingkat kerusakan sekaligus meningkatkan stabilitas badan jalan,” ujar Abdul Hamid Payapo kepada media, Sabtu (6/6/2026).
Lima Titik Lainnya: Langkah Preventif dan Mitigasi
Untuk lima titik longsor lainnya, BPJN Malut telah melaksanakan sejumlah pekerjaan preventif. Langkah tersebut meliputi:
- Pembuatan saluran drainase permukaan untuk mengalirkan air hujan
- Pemasangan terpal pada area longsoran guna mencegah meluasnya kerusakan
- Pemasangan rambu-rambu keselamatan dan barrier pengaman di sekitar lokasi
- Pembersihan saluran drainase agar aliran air tetap lancar
Tim Pemeliharaan Jalan Siaga di Lokasi
BPJN Malut juga telah memerintahkan Tim Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (TPK) untuk tetap siaga di lokasi. Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan rutin, mengawasi kondisi longsoran, serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satuan Lalu Lintas untuk menjaga arus kendaraan tetap aman selama proses penanganan berlangsung.
Imbauan bagi Pengguna Jalan
“Kami mengimbau masyarakat yang melintasi ruas Payahe–Meda agar tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang,” tegas Abdul Hamid Payapo. Ia menambahkan bahwa pekerjaan penanganan sudah berjalan dan akan terus dipercepat untuk meminimalkan risiko, terutama pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko longsor.