Pencarian

VinFast VF MPV 7 Rakitan Subang Kantongi Sertifikat TKDN 40 Persen, Harga Mulai Rp 345 Juta

Jumat, 05 Juni 2026 • 02:56:31 WIB
VinFast VF MPV 7 Rakitan Subang Kantongi Sertifikat TKDN 40 Persen, Harga Mulai Rp 345 Juta
VinFast VF MPV 7 rakitan Subang resmi kantongi sertifikat TKDN 40 persen.

MALUKU UTARA — Produsen asal Vietnam itu tidak hanya berhenti pada pemenuhan persyaratan minimal. Kariyanto menegaskan komitmen untuk terus menaikkan porsi komponen lokal seiring beroperasinya pabrik mandiri di Subang. Langkah ini dinilai strategis tidak hanya untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga efisiensi rantai pasok dan penguatan ekosistem industri otomotif nasional.

"Kami telah memenuhi kewajiban tersebut sebagai bagian dari partisipasi dalam program BEV yang diselenggarakan pada tahun sebelumnya," ujar Kariyanto dalam pernyataan resmi. Sertifikasi TKDN yang dimaksud telah diperoleh VinFast sejak tahun lalu, membuktikan kesiapan mereka berinvestasi di dalam negeri.

Perbedaan VF MPV 7 Rakitan Subang dengan Versi Impor

Menariknya, meski proses produksi dipindahkan ke dalam negeri, VinFast tidak menaikkan harga jual. Sebaliknya, mereka menambahkan sejumlah fitur yang tidak ada pada versi yang diperkenalkan di IIMS 2026 lalu. Model yang sebelumnya diimpor utuh dari Vietnam itu kini mendapat peningkatan nilai tanpa membebani konsumen.

Fitur tambahan yang disematkan meliputi konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay untuk integrasi smartphone, serta kamera 360 derajat yang memudahkan manuver parkir. VinFast juga menambahkan reflectable mirror dan roof bar ekstra untuk meningkatkan fungsionalitas kendaraan. Penambahan ini menjadi bukti keseriusan VinFast bersaing di segmen MPV listrik Tanah Air.

Strategi Harga Tanpa Baterai dan Target Pasar

Opsi pembelian tanpa paket baterai menjadi senjata utama VinFast untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan banderol Rp 345 juta, VF MPV 7 menjadi salah satu MPV listrik termurah di kelasnya. Skema ini memungkinkan konsumen menyesuaikan anggaran tanpa mengorbankan akses ke teknologi kendaraan listrik.

Kariyanto menambahkan, peningkatan TKDN secara bertahap akan menjadi indikator penting bagi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Dengan volume produksi yang terus bertambah, VinFast berharap bisa melibatkan lebih banyak produsen komponen lokal. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah mendorong industrialisasi dan daya saing produk dalam negeri.

Dampak Kehadiran Pabrik Subang bagi Ekosistem Lokal

Pabrik di Subang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perakitan untuk memenuhi TKDN. Fasilitas ini juga menjadi basis produksi strategis VinFast di Asia Tenggara, memungkinkan rantai pasok yang lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar Indonesia. Keberadaan pabrik mandiri menjadi landasan kuat bagi upaya peningkatan konten lokal ke depan.

Dengan melibatkan pemasok lokal, VinFast berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi. Langkah ini diharapkan mampu membangun kemandirian industri otomotif nasional, terutama di segmen kendaraan listrik yang masih membutuhkan investasi besar dari hulu ke hilir.

Bagikan
Sumber: tandaseru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks