TERNATE — Kawasan agrowisata melon di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, menjelma sebagai salah satu destinasi wisata petik buah yang paling banyak dikunjungi di Maluku Utara. Pengunjung tidak hanya bisa membeli melon, tetapi juga memetiknya langsung dari pohon di area kebun yang telah disiapkan pengelola.
Wisata Petik Buah yang Mengedukasi
Konsep wisata petik buah ini menyasar keluarga dan kelompok pelajar. Anak-anak bisa belajar proses pertumbuhan melon, mulai dari pembibitan hingga masa panen, sambil menikmati suasana kebun di kaki Gunung Gamalama.
Pengelola menyediakan lahan seluas sekitar setengah hektare yang ditanami ratusan pohon melon varietas unggul. Setiap pohon rata-rata menghasilkan satu hingga dua buah melon dengan bobot mencapai 2 kilogram per buah.
Harga dan Tiket Masuk Terjangkau
Untuk menikmati pengalaman memetik melon, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Buah yang dipetik kemudian dibayar terpisah dengan harga Rp 25.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang bisa mencapai Rp 35.000 per kilogram.
“Kami sengaja membuka lahan ini agar warga Ternate punya tempat rekreasi alternatif yang murah dan mendidik. Selain itu, petani lokal juga ikut terbantu,” ujar salah satu pengelola agrowisata setempat.
Dampak Ekonomi bagi Petani Lokal
Kehadiran agrowisata ini turut mendongkrak pendapatan petani melon di Gambesi. Sebelumnya, hasil panen hanya dijual ke pasar atau tengkulak dengan harga fluktuatif. Kini, petani bisa menjual langsung ke pengunjung dengan margin lebih baik.
Dalam sepekan, agrowisata ini bisa menerima hingga 200 pengunjung, terutama pada akhir pekan. Lonjakan pengunjung biasanya terjadi saat libur sekolah dan hari besar keagamaan.
Potensi Dikembangkan Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata disebut tengah mendorong pengembangan agrowisata serupa di kelurahan lain. Program ini sejalan dengan upaya diversifikasi wisata di Maluku Utara yang selama ini bergantung pada wisata bahari dan sejarah.
“Kami melihat potensi besar dari agrowisata. Selain menambah kunjungan wisatawan, ini juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” kata seorang pejabat di lingkungan Pemkot Ternate.