MALUKU UTARA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan penguatan digitalisasi pembelajaran di Teluk Bintuni tidak berhenti pada penyaluran perdana. Tahun lalu, setiap satuan pendidikan hanya mendapat satu unit IFP. Mulai tahun depan, jumlahnya akan dilipatgandakan.
"Insyaa Allah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital," kata Mu'ti dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (26/5).
Skema Bantuan dan Infrastruktur Pendukung
Kemendikdasmen tidak hanya mengandalkan pengadaan perangkat keras. Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa program ini juga mencakup pengiriman laptop, media penyimpanan konten pembelajaran, serta pelatihan bagi tenaga pendidik.
"Untuk mendukung kesiapan daya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN dalam penambahan daya listrik sekolah secara gratis," ujar Mu'ti. Langkah ini dinilai krusial karena keterbatasan infrastruktur kelistrikerap menjadi kendala utama di daerah terpencil.
Sepanjang 2025, Teluk Bintuni tercatat sebagai salah satu penerima program digitalisasi terbesar di Provinsi Papua Barat. Sebanyak 167 sekolah telah menerima IFP tahap pertama.
Pendampingan Guru dan Mentor Daerah
Transformasi digital, menurut Mu'ti, tidak akan optimal tanpa kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat menjalankan program pengimbasan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching.
Sepanjang tahun lalu, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni mendapat pendampingan intensif. Rinciannya meliputi 5 PAUD, 5 SD, 5 SMP, dan 5 SMA. Para guru dan kepala sekolah dibekali cara mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar.
"Keberlanjutan program juga diperkuat melalui kehadiran mentor daerah yang mendampingi sekolah-sekolah penerima bantuan," kata Mu'ti. Mentor ini bertugas memastikan perangkat yang sudah dikirim benar-benar dipakai secara maksimal di ruang kelas.
Dampak Nyata di Lapangan
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manimbuy menyambut positif program ini. Ia menilai selain membenahi infrastruktur fisik, kehadiran IFP telah membuka peluang belajar yang lebih interaktif dan modern bagi siswa.
Menurut data Kemendikdasmen, kesenjangan akses teknologi antara wilayah barat dan timur Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Skema penambahan daya listrik gratis dari PLN diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk daerah 3T agar tidak tertinggal dalam era pembelajaran digital.