TERNATE — Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, memimpin langsung rapat evaluasi persiapan Rakernas JKPI 2026 di auditorium Bappelitbangda, Senin (25/5/2026). Rapat tersebut memastikan seluruh aspek teknis dan substansi kegiatan telah terpetakan, mulai dari kesiapan sekretariat hingga penguatan kurasi tematik.
"Beberapa hal yang menjadi perhatian utama saat ini di antaranya kesiapan sekretariat sebagai pusat koordinasi panitia, penyediaan fasilitas akomodasi bagi delegasi, serta penguatan sistem komunikasi dan pendampingan tamu daerah," jelas Sekda Rizal Marsaoly dalam keterangan resmi.
Fakta Singkat Rakernas JKPI XII Ternate 2026
- Durasi: Lima hari, 26-30 Agustus 2026
- Tema: "Ternate Episentrum Rempah Dunia"
- Peserta: Delegasi dari 120 kota pusaka anggota JKPI
- Lokasi utama: Benteng Oranje, Kedaton Kesultanan Ternate, Danau Tolire
- Agenda: Heritage city tour, festival budaya, simposium internasional, pameran UMKM dan ekonomi kreatif
Pemkot Ternate menempatkan kurasi tematik sebagai instrumen utama dalam membangun wajah penyelenggaraan. Tema besar "Ternate Episentrum Rempah Dunia" dipilih untuk merepresentasikan posisi historis kota ini sebagai simpul penting jalur perdagangan rempah dunia yang mempengaruhi perdagangan global dan interaksi budaya antarbangsa.
"Rakernas JKPI nanti bukan sekadar agenda pertemuan antar daerah, tetapi menjadi ruang untuk memperlihatkan kekuatan sejarah, budaya, dan identitas Ternate kepada Indonesia bahkan dunia," kata Sekda.
Panitia Siapkan LO dan Pakaian Adat Seragam
Panitia tengah mempersiapkan Liaison Officer (LO) yang akan mendampingi kepala daerah dan seluruh delegasi peserta selama berada di Ternate. Selain itu, konsep penggunaan pakaian adat khas yang seragam bagi seluruh peserta selama kegiatan berlangsung juga mulai disiapkan, dengan pendistribusian bahan kain adat ke seluruh daerah anggota JKPI yang dijadwalkan segera dilaksanakan.
Sejumlah kawasan heritage dan destinasi strategis turut dipetakan sebagai titik utama kegiatan. Benteng Oranje, Kedaton Kesultanan Ternate, hingga Danau Tolire dinilai memiliki nilai historis dan visual yang kuat dalam merepresentasikan karakter Kota Ternate sebagai kota kepulauan berbasis rempah dan sejarah dunia.
Rapat pemantapan juga membahas sinkronisasi tugas masing-masing Person In Charge (PIC) dalam sejumlah agenda utama. Mulai dari heritage city tour, festival budaya, simposium internasional, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, hingga penguatan publikasi media dan city branding daerah.
Melalui pendekatan kurasi yang terstruktur, Pemkot Ternate ingin menghadirkan Rakernas JKPI yang tidak hanya bersifat seremonial. Agenda ini diharapkan mampu memperlihatkan keterhubungan antara warisan sejarah, identitas budaya, pengembangan sektor pariwisata, hingga penguatan ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan.