TERNATE — Kepemimpinan baru di tubuh organisasi pengusaha muda ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha di wilayah kepulauan. Abdul Kadir Uswanas, yang akrab disapa Aku, menyatakan siap menjalankan amanah untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda baru di Maluku Utara.
Target: Lahirkan Pengusaha Muda dari Berbagai Sektor
Program kerja yang diusung kepengurusan baru ini tidak hanya fokus pada sektor perdagangan dan jasa. Abdul Kadir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pertanian, perikanan, dan pariwisata, yang menjadi potensi utama daerah.
"Kami tidak ingin pengusaha muda hanya berkutat di satu bidang. Maluku Utara punya kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Ini harus dimanfaatkan," ujar Abdul Kadir dalam sambutannya.
Mengapa Aklamasi Jadi Pilihan?
Proses musyawarah daerah yang berlangsung kondusif ini menghasilkan keputusan sepakat. Tidak ada calon lain yang maju, sehingga Abdul Kadir Uswanas ditetapkan sebagai ketua terpilih untuk periode 2025-2028. Keputusan aklamasi ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan penuh dari seluruh anggota HIPMI Malut terhadap figur Aku.
Fakta Singkat Seputar Kepengurusan Baru HIPMI Malut
- Abdul Kadir Uswanas terpilih secara aklamasi di Ternate.
- Masa bakti kepengurusan dimulai 2025 hingga 2028.
- Fokus utama: mencetak pengusaha muda baru di Maluku Utara.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pengusaha muda di Maluku Utara adalah akses permodalan dan jaringan pemasaran. Abdul Kadir berjanji akan menjembatani anggotanya dengan perbankan dan platform digital. Ia juga akan menggandeng pemerintah provinsi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
"Kami akan buka akses seluas-luasnya. Jangan sampai anak muda Malut punya ide bagus tapi terkendala modal atau pasar," tegasnya.
Reaksi Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha
Musda HIPMI Malut ini turut dihadiri perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara. Mereka menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru. Pemerintah berharap HIPMI bisa menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor UMKM.
Beberapa pengusaha muda yang hadir juga menyampaikan harapan serupa. Mereka ingin organisasi ini lebih aktif mengadakan pelatihan dan pendampingan bisnis, bukan sekadar forum silaturahmi.