Pencarian

Warga Pulau Yoi di Halmahera Tengah Olah Air Laut Jadi Garam Lewat Tambak Modern, Panen Perdana Capai 263,7 Ons

Selasa, 19 Mei 2026 • 18:56:01 WIB
Warga Pulau Yoi di Halmahera Tengah Olah Air Laut Jadi Garam Lewat Tambak Modern, Panen Perdana Capai 263,7 Ons
Warga Desa Umiyal panen perdana garam dari tambak modern di Pulau Yoi, Halmahera Tengah.

WEDA — Inovasi pengolahan air laut menjadi garam di Pulau Yoi, Halmahera Tengah, mulai menunjukkan hasil nyata. Lewat program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, warga Desa Umiyal berhasil membangun tambak modern pertama di Maluku Utara.

Metode produksi yang sebelumnya mengandalkan proses memasak air laut selama empat hingga lima hari dengan kayu bakar kini tergantikan sistem penguapan dan pengelolaan air yang lebih efisien. Dua tambak yang dikelola warga mencatat hasil panen berbeda: tambak pertama menghasilkan 108,7 ons, sementara tambak kedua mencapai 155 kilogram. Total produksi perdana mencapai 263,7 ons.

Harga Garam Rp 10 Ribu per Kilogram Buka Peluang Ekonomi Baru

Dengan harga pasar garam berkisar Rp 10 ribu per kilogram atau Rp 350 ribu per 50 kilogram, warga melihat celah ekonomi yang selama ini tak tergarap. Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim, menyebut panen perdana ini sebagai momentum penting bagi transformasi ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami berharap keberhasilan panen perdana ini dapat disupport oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi Maluku Utara," ujar Buhari, Selasa (19/5/2026).

Dari Tradisi Ikan Asin ke Industri Garam Berkelanjutan

Selama bertahun-tahun, produksi garam di Pulau Yoi hanya sebatas kebutuhan konsumsi rumah tangga. Om Ibe, warga Desa Umiyal, menceritakan metode lama yang menguras tenaga dan sumber daya alam.

"Untuk bisa menghasilkan garam, setidaknya kami harus memasak air laut hingga 4 sampai 5 hari lamanya. Kami biasanya bikin garam tradisional ini hanya untuk mencukupi kebutuhan membuat ikan garam atau biasa disebut dengan ikan asin," tuturnya.

Poros Ekonomi Alternatif di Tengah Dominasi Tambang

Pulau Gebe selama ini identik dengan kawasan industri ekstraktif berbasis pertambangan. Kehadiran tambak garam modern di Pulau Yoi diharapkan menjadi sektor ekonomi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Dengan inovasi yang kami lakukan melalui program TEKAD ini, kami optimis sektor ini dapat dikembangkan lebih luas lagi. Target utamanya adalah untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Umiyal secara berkelanjutan," terang Buhari.

Program pendampingan dan pendanaan dari Kemendes PDTT yang mulai berjalan pada akhir 2025 itu kini menjadi fondasi bagi warga untuk mengelola potensi lokal tanpa merusak ekosistem pesisir. Pengembangan tambak garam modern di Pulau Yoi dinilai bisa menjadi model bagi desa-desa pesisir lain di Maluku Utara yang memiliki sumber daya air laut melimpah.

Bagikan
Sumber: haliyora.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks