MALUKU UTARA — Bayangkan dapur komersial yang terbakar. Setelah api padam, biasanya pemilik usaha harus menghadapi biaya pembersihan dan restorasi yang besar, bahkan 75 persen dari mereka tidak pernah kembali beroperasi. Sonic Fire Tech menawarkan solusi yang berbeda: alih-alih menyiram air atau menyemprotkan bahan kimia, sistem ini menggunakan gelombang suara untuk "meniup" api dari sumbernya.
Bagaimana Cara Kerja Pemadam Api Berbasis Suara?
Sistem Sonic Fire Tech menggunakan generator suara yang terhubung ke pipa PVC di langit-langit ruangan. Ketika sensor mendeteksi adanya api, generator langsung aktif dan memancarkan gelombang infrasonik dengan frekuensi sekitar 20 Hz yang membombardir nyala api.
Getaran tekanan udara ini mengganggu pasokan oksigen di sekitar titik api, sehingga api padam dalam hitungan detik. Co-founder dan CEO Sonic Fire Tech, Geoff Bruder, menegaskan keunggulan utama teknologinya adalah tidak meninggalkan residu atau kerusakan sekunder. "Kami adalah satu-satunya teknologi yang menciptakan pemadamnya sendiri tanpa kerusakan kolateral. Alarm palsu juga bukan masalah besar bagi kami," ujar COO Remington Bixby Hotchkis.
Target Pasar: Dari Dapur Komersial hingga Baterai Lithium-ion
Pendanaan segar ini akan digunakan untuk menambah karyawan dan menjalani serangkaian uji coba yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikasi dari National Fire Protection Association (NFPA). Proses sertifikasi biasanya memakan waktu sekitar tiga tahun, namun Bruder optimistis perusahaannya bisa lebih cepat karena sistemnya tidak memerlukan pembersihan pasca-kebakaran yang rumit saat pengujian di laboratorium.
Pasar utama yang dibidik adalah gedung komersial, apartemen, dan dapur rumah tangga. Bruder menyebutkan bahwa 50 persen kebakaran rumah dimulai dari dapur, baik akibat minyak panas maupun korsleting listrik. "Sprinkler yang dipasang sekarang tidak mampu menangani kebakaran jenis itu," tegasnya.
Sonic Fire Tech juga menunjukkan hasil menjanjikan untuk menangani kebakaran baterai lithium-ion yang sulit dipadamkan. Dalam uji coba awal, sistem ini tidak sepenuhnya memadamkan api, tetapi mampu menahan api agar tidak menjalar ke sel baterai lain dan membatasi ukuran kebakaran.
Potensi Diskon Premi Asuransi dan Perlindungan Rumah di Area Rawan Karhutla
Kecepatan respons sistem ini menarik minat industri asuransi. Sonic Fire Tech sedang menjalin pembicaraan dengan perusahaan asuransi mengenai potensi diskon premi bagi pengguna sistem tersebut. Penerimaan dari industri ini diprediksi akan mempercepat adopsi teknologi di pasar.
Perusahaan juga mengembangkan sistem untuk melindungi eksterior rumah di kawasan rawan kebakaran hutan (karhutla), meskipun pengembangannya berjalan lebih lambat karena menunggu ketersediaan laboratorium pengujian yang sesuai.
Kapan Teknologi Ini Tersedia?
Saat ini, sekitar 500 yurisdiksi di Amerika Serikat mewajibkan sistem proteksi kebakaran interior. Sonic Fire Tech tengah berupaya mendapatkan persetujuan NFPA untuk memasarkan produknya secara luas. Dengan pendanaan baru ini, perusahaan menargetkan sistemnya dapat dipasang di bangunan baru maupun retrofit bangunan lama.
Jika teknologi ini terbukti efektif dan mendapatkan sertifikasi, dampaknya akan signifikan. Biaya restorasi yang mahal dan waktu tutup yang lama akibat kebakaran bisa diminimalkan, memberikan alternatif yang lebih bersih dan efisien dibandingkan sistem pemadam konvensional yang telah digunakan selama lebih dari satu abad.