TERNATE — Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 di DPRD Kota Ternate, Rabu (15/7) malam, menjadi momentum penyampaian rancangan awal APBD 2027. Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyerahkan langsung dokumen KUA-PPAS yang menjadi pedoman penyusunan anggaran tahun depan.
Komposisi Pendapatan: PAD Rp165 Miliar, Transfer Rp871 Miliar
Pemkot Ternate memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp165,01 miliar, ditambah pendapatan transfer Rp871,34 miliar, dan lain-lain pendapatan sah Rp8,28 miliar. Total belanja daerah direncanakan sama, Rp1,04 triliun, dengan rincian belanja operasi Rp930,88 miliar, belanja modal Rp90,75 miliar, dan belanja tidak terduga Rp20 miliar.
Surplus Rp3 Miliar untuk UMKM Lewat BPRS
“Surplus itu akan dialokasikan untuk penyertaan modal kepada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan guna memperkuat pembiayaan bagi pelaku UMKM di Ternate,” jelas Tauhid dalam pidatonya. Langkah ini diambil untuk mendorong sektor usaha kecil menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Proyeksi Ekonomi 2027: Tumbuh 5,10-5,40 Persen
Pemkot optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada di kisaran 5,10 hingga 5,40 persen. Sektor perdagangan, jasa, transportasi, serta penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi penopang utama. “Kami optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa serta konektivitas antarwilayah,” ujar Tauhid.
Inflasi Jadi Perhatian Serius di Daerah Kepulauan
Sebagai kota kepulauan yang bergantung pada pasokan dari luar, Ternate menekankan pengendalian inflasi. Penguatan distribusi, stabilisasi harga, dan kerja sama antardaerah terus didorong agar inflasi tetap terkendali. Di sisi ketenagakerjaan, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pengembangan kewirausahaan.
Program Pengentasan Kemiskinan Lebih Tepat Sasaran
Pemkot mengarahkan program pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Tauhid menegaskan bahwa APBD 2027 diharapkan menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas lapangan kerja, serta menurunkan angka kemiskinan.
“Kami berharap pembahasan bersama DPRD Kota Ternate dapat berjalan konstruktif sehingga menghasilkan kebijakan terbaik bagi masyarakat Kota Ternate,” pungkasnya.