Pencarian

PDC dan PHE Uji Coba Alga Penyerap Karbon di Subang, Serap 0,11 MMscfd CO2

Jumat, 24 Juli 2026 • 17:04:01 WIB
PDC dan PHE Uji Coba Alga Penyerap Karbon di Subang, Serap 0,11 MMscfd CO2
Proses uji coba teknologi penyerapan karbon menggunakan mikroalga berlangsung di area operasi Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Area, Jawa Barat.

MALUKU UTARA — Uji coba yang berlangsung di area operasi Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Area ini bukan sekadar proyek percontohan biasa. Teknologi ini memanfaatkan kemampuan alami mikroalga yang tumbuh cepat untuk menyedot CO2 dari hasil proses produksi gas bumi. Alih-alih langsung terlepas ke atmosfer, emisi tersebut diubah menjadi biomassa yang bisa dipakai untuk memperbaiki kualitas tanah atau bioremediasi lahan.

Senior Manager Subang Field, Despredi Akbar, mengatakan inovasi ini menjadi langkah konkret dalam mengelola emisi di fasilitas operasi migas. “Kami berupaya menangkap sebagian emisi CO2 hasil proses produksi sehingga dapat mengurangi karbon yang dilepas ke atmosfer,” ujarnya. Ia berharap teknologi ini bisa dikembangkan dalam skala lebih besar agar kontribusinya terhadap target penurunan emisi nasional semakin signifikan.

Serapan Karbon Capai 79 Persen

Data dari masa uji coba menunjukkan sistem photobioreactor yang digunakan mampu menyerap CO2 lebih dari 79 persen. Angka ini setara dengan volume 0,11 MMscfd, menjadikannya kapasitas serapan terbesar yang pernah diterapkan di fasilitas hulu migas skala uji coba. Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk merancang sistem dengan kapasitas yang lebih besar ke depannya.

VP Project PDC, Achmad Rifai, menegaskan bahwa kolaborasi ini membuktikan solusi dekarbonisasi bisa dihadirkan lewat penerapan teknologi yang tepat. “Data operasional yang diperoleh akan menjadi dasar penting dalam pengembangan teknologi ini pada fasilitas migas lainnya,” kata Achmad. Ia menambahkan, PDC berperan penuh mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi, instalasi, hingga tahap uji coba.

Biomassa untuk Perbaikan Tanah

Salah satu keunggulan dari teknologi ini adalah produk sampingannya. Biomassa yang dihasilkan dari proses penyerapan karbon berpotensi digunakan sebagai soil enhancer atau pembenah tanah. Hal ini membuka peluang untuk mendukung program bioremediasi lahan di sekitar wilayah operasi Pertamina, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari emisi yang biasanya dianggap limbah.

Proyek ini juga sejalan dengan target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia 2030 dan penerapan prinsip ESG di sektor energi. Dengan adanya validasi teknologi dan data operasional yang terkumpul, PDC dan PHE berencana mengembangkan sistem dengan kapasitas lebih besar dari 0,11 MMscfd. “PDC siap menjadi yang terdepan dalam kolaborasi pengembangan proyek carbon capture and utilization berbasis microalgae, termasuk pemanfaatannya untuk kredit karbon di lingkungan Pertamina,” pungkas Achmad.

Inovasi ini menjadi salah satu bukti bahwa industri migas Tanah Air mulai bergerak menuju operasi yang lebih hijau. Jika skala komersial tercapai, teknologi serupa bisa diterapkan di puluhan sumur dan stasiun pengumpul lainnya, mempercepat target dekarbonisasi nasional tanpa harus mengorbankan produksi energi.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks