Pencarian

Massachusetts Siap Bayar Pemilik EV untuk Alirkan Listrik ke Jaringan Listrik Saat Puncak Beban

Jumat, 24 Juli 2026 • 08:35:31 WIB
Massachusetts Siap Bayar Pemilik EV untuk Alirkan Listrik ke Jaringan Listrik Saat Puncak Beban
Warga Massachusetts dapat mengalirkan listrik dari baterai mobil listrik mereka ke jaringan saat beban puncak.

MALUKU UTARA — Program ini menargetkan pemilik rumah yang memiliki EV dengan kemampuan bidirectional charging atau pengisian daya dua arah. Alih-alih hanya menarik listrik dari grid, baterai mobil mereka bisa berfungsi sebagai pembangkit listrik cadangan rumahan yang terhubung ke jaringan. Saat konsumsi listrik sedang tinggi-tingginya, energi yang tersimpan di baterai EV akan dikirim balik untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Menurut keterangan resmi yang dikutip dari rilis program, ada lima model yang masuk dalam daftar awal kendaraan yang memenuhi syarat: Ford F-150 Lightning, Nissan LEAF, Kia EV9, Polestar 3, dan Volvo EX90. Namun, pihak utilitas belum merilis secara detail soal jadwal pendaftaran peserta dan daftar lengkap pengisi daya (charger) bidirectional yang akan didukung.

Insentif Capai Rp 44 Juta per Musim Panas

Teknologi smart-charging dan integrasi grid untuk uji coba ini akan disediakan oleh EnergyHub, Sunrun, dan The Mobility House. Bagi pelanggan National Grid yang berpartisipasi, insentif yang ditawarkan mencapai USD 275 per kilowatt (kW) rata-rata performa selama musim panas. Jika dihitung dengan kurs Rp 16.000 per dolar AS, nominal itu setara Rp 4,4 juta per kW.

Dengan kapasitas charger dan performa tertentu, peserta rumah tangga diperkirakan bisa mengantongi insentif antara USD 1.375 hingga USD 2.750—atau sekitar Rp 22 juta hingga Rp 44 juta—per musim. Angka ini tentu bergantung pada seberapa besar kapasitas baterai dan seberapa sering kendaraan merespons sinyal dari operator grid.

Mengapa Grid Butuh Bantuan Baterai EV?

ConnectedSolutions sejatinya sudah berjalan dengan mengintegrasikan termostat pintar, baterai rumah, serta peralatan komersial dan industri untuk mengurangi beban puncak. Kini, Eversource dan National Grid ingin menguji sejauh mana baterai EV—yang jumlahnya di Massachusetts sudah lebih dari 150.000 unit—bisa melakukan tugas yang sama.

“Kami sangat antusias untuk menghadirkan keahlian dispatch kami ke Massachusetts dan memperluas teknologi V2G ke lebih banyak pelanggan,” ujar Chip Silverman, Director of Grid Services Sunrun, dalam pernyataan resmi. “Baterai kendaraan memainkan peran penting dalam menstabilkan jaringan, menyediakan daya cadangan untuk rumah, dan menurunkan biaya energi bagi semua orang.”

National Grid sendiri sudah mulai menerapkan V2G pada armada kendaraan ringan dan menengah melalui ConnectedSolutions, dimulai dari bus sekolah listrik. Eversource juga tengah berdiskusi dengan distrik sekolah untuk menghadirkan program serupa lewat ConnectedSolutions+.

Persoalan Uang dan Kemudahan

Secara teknis, teknologi bidirectional charging sudah terbukti bisa diandalkan. Pertanyaan besarnya kini bukan lagi soal “mampu atau tidak”, melainkan soal insentif yang ditawarkan: apakah cukup menggiurkan dan proses pendaftarannya cukup mudah untuk membujuk pemilik EV di Massachusetts agar rela “meminjamkan” daya baterainya ke jaringan saat dibutuhkan?

Program ini menjadi salah satu uji coba residensial V2G terbesar di Amerika Serikat. Sebelumnya, pembangkit listrik virtual V2G pertama untuk rumah tangga di AS sudah berjalan dengan mengandalkan truk Ford F-150 Lightning.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks