Pencarian

RSUD Chasan Boesoirie Ternate Resmi Operasikan Layanan Jantung Terpadu, Pasien Tak Lagi Perlu Dirujuk ke Luar Maluku Utara

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:15:01 WIB
RSUD Chasan Boesoirie Ternate Resmi Operasikan Layanan Jantung Terpadu, Pasien Tak Lagi Perlu Dirujuk ke Luar Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meresmikan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Ternate, Jumat (28/8/2026).

TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara meresmikan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie pada Jumat (28/8/2026). Peresmian ini menandai operasional perdana layanan kateterisasi jantung atau Cath Lab di provinsi kepulauan tersebut, sekaligus memutus rantai rujukan pasien jantung yang selama ini harus dibawa ke Manado, Makassar, atau Jakarta.

Data internal rumah sakit menunjukkan tren peningkatan kasus yang signifikan. Pasien rawat jalan penyakit jantung melonjak dari 439 kasus pada 2020 menjadi 820 kasus pada 2025. Adapun pasien rawat inap naik dari 291 menjadi 580 kasus dalam periode yang sama.

Mengapa Kehadiran Cath Lab Ini Krusial bagi Maluku Utara?

Kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari ribuan pulau membuat akses layanan kesehatan darurat menjadi tantangan besar. Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kecepatan penanganan adalah faktor penentu dalam kasus jantung.

"Ini tentang kecepatan. Keterlambatan sangat berpengaruh pada kondisi pasien. Negara hadir memastikan pelayanan merata, sehingga pasien darurat dapat tertangani dengan tepat di daerahnya sendiri," ujar Sherly dalam sambutannya.

Kolaborasi Nasional hingga 2031 untuk Bedah Jantung Terbuka

Pengoperasian gedung baru ini bertepatan dengan pelaksanaan Proctorship Intervensi Non-Bedah (INB) perdana serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Multipartit Jejaring Pengampuan Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah. Kerja sama ini melibatkan RS Jantung Harapan Kita sebagai koordinator nasional, RSUD Dr. Soetomo untuk pengampuan bedah jantung, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pengampuan intervensi non-bedah.

Direktur Utama RS Jantung Harapan Kita Dr. dr. Iwan Dakota, SpJP(K), M.A.R.S menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan mendampingi rumah sakit daerah hingga mampu melayani pasien secara mandiri dengan standar nasional. Jejaring pengampuan ini dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2031.

Fokus pada Kapasitas SDM, Bukan Sekadar Gedung Baru

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dr. Rosita Alkatiri, M.Kes menekankan bahwa pengembangan fasilitas harus berjalan seiring peningkatan kompetensi tenaga medis. "Kebutuhan masyarakat terus tumbuh. Pengembangan fasilitas harus dibarengi peningkatan kompetensi SDM, teknologi, dan jejaring rujukan yang kuat," jelasnya.

Gubernur Sherly mengapresiasi transformasi pelayanan di rumah sakit tersebut, yang dinilai kian responsif mulai dari distribusi obat hingga kebersihan. "Rumah sakit bukan hanya soal gedung, tapi kapasitas. Saya berharap PKS ini menjadi awal pembinaan terstruktur bagi dokter muda di Maluku Utara agar kompetensi mereka terus meningkat," tambahnya.

Usai peresmian, Sherly bersama Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Duta Besar Kerajaan Belanda, serta tim ahli nasional melakukan inspeksi langsung ke ruang operasi dan area kateterisasi untuk memastikan sterilitas serta kesiapan seluruh sarana sebelum dioperasikan.

Dengan beroperasinya layanan ini, RSUD Chasan Boesoirie juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan Bedah Jantung Terbuka secara bertahap, yang akan menjadikan Maluku Utara sebagai pusat rujukan kardiovaskular di kawasan Indonesia Timur.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks