TERNATE — Lonjakan harga rempah di Pasar Barito, Kelurahan Gamalama, mulai terasa sejak sepekan lalu. Pedagang mengeluhkan situasi ini karena belum ada kepastian kapan harga akan kembali normal. Dua komoditas utama, bawang merah dan cabai nona, mencatat kenaikan paling tajam hingga puluhan ribu rupiah per kilogram.
Bawang Merah Naik Rp 40 Ribu, Cabai Nona Tembus Rp 120 Ribu
Ancari (42), pedagang di Pasar Barito, merinci perubahan harga yang ia alami. Bawang merah yang biasa ia jual Rp 60 ribu per kilogram, kini harus dipatok Rp 100 ribu. "Sementara untuk harga cabai nona sebelumnya dijual di angka Rp 80 ribu, naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Kenaikan juga terjadi pada tomat, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Dari semua komoditas yang dijual, hanya bawang putih yang masih stabil di harga Rp 50 ribu per kilogram.
Pedagang Ogah Pesan Banyak, Takut Harga Tiba-Tiba Turun
Ancari menjelaskan, sebagian besar rempah yang dijual di Ternate didatangkan dari Manado, Sulawesi Utara. Saat ini, stok dari sana berkurang sehingga harga di tingkat agen ikut naik. Ia mengaku tidak berani memesan dalam jumlah besar karena risiko harga turun mendadak. "Kalau di sana harganya nae (naik), tong (kami) tara (tidak) berani pesan banyak. Jangan tiba-tiba harga turun sementara tong sudah beli mahal," katanya.
Cabai Keriting Ikut Merangkak Naik Jadi Rp 80 Ribu
Selvi, pedagang lainnya, mengonfirmasi pola kenaikan serupa. Bawang merah di lapaknya naik dari Rp 60-70 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Harga cabai keriting pun ikut terdongkrak dari Rp 50 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilo. "Meski begitu, harga bawang putih masih tetap stabil di harga Rp 60 ribu per kilogram," ucapnya.
Sama seperti Ancari, Selvi tidak mengetahui pasti penyebab utama kenaikan ini. Ia menduga stok di sejumlah agen mulai menipis. "Tapi mungkin stok berkurang karena biasanya komoditas ini dibawa dari Manado," ungkapnya.
Harapan Pedagang: Harga Cepat Stabil Agar Pembeli Tak Kabur
Kenaikan harga ini membebani dua sisi: pedagang yang harus menyesuaikan modal dan pembeli yang mulai mengurangi belanja. Selvi berharap situasi segera membaik. "Saya berharap harga sejumlah komoditas rempah tersebut bisa segera stabil agar tidak membebani para pedagang maupun pembeli," pungkasnya.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate terkait lonjakan harga ini. Para pedagang hanya bisa menunggu kondisi pasokan dari Manado pulih.