Pencarian

Tak Melulu ke Laut, Warga Pesisir Dumai Panen Nila Tiap 4-6 Bulan Berkat Program Pertamina

Minggu, 07 Juni 2026 • 19:30:31 WIB
Tak Melulu ke Laut, Warga Pesisir Dumai Panen Nila Tiap 4-6 Bulan Berkat Program Pertamina
Warga pesisir Dumai memanen ikan nila hasil budidaya bioflok setiap 4-6 bulan.

MALUKU UTARA — Musim paceklik atau cuaca buruk yang kerap menghantam nelayan tradisional di Dumai perlahan menemukan solusinya. Pertamina, melalui program pemberdayaan masyarakat, mengenalkan teknik budidaya ikan nila bioflok kepada warga pesisir. Teknologi ini memungkinkan ikan dibudidayakan di lahan terbatas dengan kepadatan tinggi tanpa perlu mengganti air secara rutin, sehingga cocok untuk daerah yang jauh dari laut lepas.

Dari Pompa Air Surya hingga Panen 4 Bulan

Yang menarik, program ini tidak hanya berhenti pada pemberian bibit dan pakan. Pertamina juga mendukung operasional tambak dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penggunaan energi surya ini dirancang untuk menggerakkan pompa air dan aerator, sehingga biaya listrik bulanan warga bisa ditekan signifikan.

"Dengan PLTS, biaya operasional jadi lebih hemat. Kami bisa fokus pada perawatan ikan," ujar salah satu perwakilan kelompok pembudidaya di Dumai. Hasilnya, dalam satu siklus yang berlangsung 4 hingga 6 bulan, warga bisa memanen ikan nila siap konsumsi.

Dampak Nyata: Pendapatan Tambahan untuk Keluarga Nelayan

Bagi warga pesisir yang pendapatannya sangat bergantung pada cuaca, kehadiran kolam bioflok menjadi penyelamat di saat laut tak bersahabat. Ikan nila hasil panen bisa dijual ke pasar lokal atau bahkan dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Program ini secara langsung mengurangi ketergantungan pada hasil tangkapan laut yang fluktuatif.

Pertamina menilai keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah panen, tetapi juga dari kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan modal awal yang dibantu BUMN, warga kini memiliki aset produktif yang bisa dikelola secara berkelanjutan.

Langkah Selanjutnya: Skema Kemitraan dan Perluasan

Ke depan, Pertamina berencana memperluas program serupa ke titik-titik pesisir lain di Riau. Skema kemitraan dengan koperasi atau UMKM lokal juga tengah dikaji agar hasil panen memiliki rantai distribusi yang lebih jelas. Jika berhasil, model bioflok bertenaga surya ini bisa menjadi prototipe pemberdayaan masyarakat pesisir di daerah lain.

Beralih dari melaut ke budidaya mungkin bukan pilihan mudah bagi nelayan tradisional. Namun, dengan dukungan teknologi dan pendampingan dari BUMN seperti Pertamina, pesisir Dumai kini punya pilihan baru untuk tetap produktif sepanjang tahun.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks