TERNATE — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara bergerak cepat mengisi kekosongan nakhoda organisasi di Kabupaten Halmahera Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan gerak organisasi di daerah lingkar tambang tersebut tetap selaras dengan visi besar regenerasi pemuda.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP. 18 /DPD-KNPI/MU/IV/2026 dilakukan langsung oleh Sekretaris DPD KNPI Malut, Jufri M. Solaeman, di Hotel Batik, Kota Ternate. Hamdan Halil kini resmi mengemban tanggung jawab untuk membenahi struktur kepemudaan di Halmahera Tengah hingga Juni mendatang.
Target Dua Bulan: Konsolidasi dan Musyawarah Daerah
Mandat yang diberikan kepada Hamdan Halil memiliki batasan waktu yang ketat. Masa tugas kepengurusan karteker ini hanya berlaku selama dua bulan, terhitung sejak 28 April hingga 30 Juni 2026.
“Tugas utama Hamdan Halil adalah melakukan konsolidasi internal dan segera mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Fokus utamanya adalah merangkul seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Halmahera Tengah,” ujar Jufri M. Solaeman saat prosesi penyerahan SK.
Jufri menekankan bahwa Musda nantinya harus melahirkan kepengurusan definitif yang memiliki legitimasi kuat. Hal ini krusial agar KNPI Halmahera Tengah bisa kembali berfungsi sebagai wadah berhimpun yang mandiri dan bertanggung jawab.
Mengapa DPD KNPI Malut Mencabut SK Lama?
Penerbitan SK Karteker ini sekaligus menjadi titik nol baru bagi organisasi. DPD KNPI Maluku Utara secara resmi mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi seluruh surat keputusan kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Halmahera Tengah yang pernah dikeluarkan sebelumnya.
Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku Utara, Sukri Ali, menyebut penunjukan karteker sebagai langkah konstitusional untuk menjaga marwah organisasi. Ia tidak menginginkan adanya kevakuman kepemimpinan di tingkat daerah yang bisa menghambat proses kaderisasi.
“KNPI adalah laboratorium kader bagi pemuda Indonesia. Penunjukan Hamdan Halil merupakan langkah memastikan gerak pemuda di Halmahera Tengah tetap solid,” kata Sukri dalam keterangannya.
Tantangan Pemuda di Tengah Dinamika Industri Halteng
Penunjukan nakhoda baru ini diharapkan menjadi momentum bagi pemuda di Halmahera Tengah untuk kembali bersinergi. Apalagi, wilayah tersebut kini menjadi pusat perhatian nasional seiring dengan dinamika ekonomi dan industri yang berkembang pesat.
Merespons mandat tersebut, Hamdan Halil menyatakan kesiapannya untuk segera membangun komunikasi lintas sektor. Ia menyadari tantangan di Halmahera Tengah memerlukan soliditas pemuda yang kuat.
“Fokus utama saya saat ini adalah membenahi struktur internal dan memastikan pemuda di Halmahera Tengah tetap solid. Kami akan segera melakukan langkah strategis guna memastikan transisi kepemimpinan ini berjalan mulus,” pungkas Hamdan.