Pencarian

IMVA 2026–2027 Resmi Diluncurkan, Oleg Sanchabakhtiar Buka Ruang Apresiasi Kreator Musik Video Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 • 19:06:58 WIB
IMVA 2026–2027 Resmi Diluncurkan, Oleg Sanchabakhtiar Buka Ruang Apresiasi Kreator Musik Video Indonesia
Oleg Sanchabakhtiar memperkenalkan IMVA 2026–2027 sebagai ruang apresiasi kreator musik video dalam diskusi di Jakarta Selatan.

MALUKU UTARA — Creative Director sekaligus Founder IMVA, Oleg Sanchabakhtiar, memperkenalkan program ini dalam diskusi eksklusif bersama media di CC Cafe, Jalan Ampera Raya No. 42, Jakarta Selatan. Diskusi yang menghadirkan fotografer senior Firdaus Fadil dan Dion Momongan itu membahas arah industri musik video, tantangan pekerja kreatif, hingga dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap proses produksi.

Mengisi Kekosongan Wadah Apresiasi Musik Video

Oleg menilai industri musik video Indonesia selama ini belum punya ekosistem penghargaan yang kuat dan konsisten. Film punya Piala Citra, musik punya AMI, tetapi karya visual musik belum memiliki rumah yang setara.

"Film punya Festival Film Indonesia (FFI) dengan Piala Citra, musik punya Anugerah Musik Indonesia (AMI), tetapi musik video belum memiliki rumah yang kuat. Karena itu IMVA kami hadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus pengembangan industri," ujar Oleg dalam diskusi tersebut.

Perubahan perilaku penonton menjadi alasan utama mengapa musik video tidak bisa lagi diposisikan sebagai pelengkap lagu. Visual kini menentukan identitas, karakter, dan daya tarik sebuah karya musik.

"Sekarang orang mendengar lagu sambil melihat visualnya. Musik video bukan lagi pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian utama dari karya musik itu sendiri," katanya.

Kreator di Balik Layar Dapat Panggung Penilaian Sendiri

Berbeda dari ajang penghargaan musik pada umumnya, IMVA tidak hanya menilai karya utuh. Sistem kurasi yang disiapkan memberikan ruang penilaian khusus bagi sutradara, Director of Photography (DOP), editor, penata cahaya, art director, hingga stylist.

"Penjurian tidak harus melihat video sebagai satu kesatuan saja. Kami mengkurasi berdasarkan peran DOP, editor, stylist, art director, dan profesi kreatif lainnya," jelas Oleg.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian Cipta Suara Indonesia (CSI), kolaborasi lintas profesi di bidang musik dan industri kreatif. Sejumlah workshop, kelas kreatif, dan forum kolaborasi akan digelar mulai September hingga Oktober 2026 untuk mempertemukan para pelaku industri.

Kurasi Bulanan Menuju Piala Swaradrisya 2027

Karya musik video yang sudah tayang di YouTube dapat didaftarkan secara online melalui situs resmi IMVA. Setiap karya yang memenuhi persyaratan akan melalui proses kurasi bulanan, dan pemenangnya akan dipertemukan di Grand Final Piala Swaradrisya 2027.

Mekanisme ini memungkinkan karya-karya baru dinilai secara berkala tanpa harus menunggu akhir tahun. Para kreator pun mendapat kesempatan apresiasi yang lebih cepat atas kerja mereka.

Sikap IMVA terhadap Karya Berbasis AI

Perkembangan AI menjadi isu sentral dalam peluncuran ini. IMVA tidak menutup pintu bagi karya yang memanfaatkan teknologi AI, tetapi menuntut transparansi penuh dari peserta.

"Untuk karya berbasis AI, peserta wajib melampirkan prompt yang digunakan, karena itu bagian dari proses directing," tegas Oleg.

Ia mengingatkan agar AI tidak menggantikan seluruh proses kreatif manusia. "AI memudahkan, tetapi jangan sampai kita kehilangan rasa, kehilangan jiwa, dan menyerahkan sepenuhnya proses kreatif kepada AI," ujarnya.

Penilaian IMVA akan mencakup aspek artistik, sinematografi, kreativitas, storytelling, hingga etika pemanfaatan AI. Sementara itu, Firdaus Fadil memandang kehadiran AI sebagai keniscayaan yang menuntut adaptasi, serupa peralihan dunia fotografi dari analog ke digital. "AI akan mempermudah fotografer dan kreator. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara bijak," katanya.

Dengan sistem kurasi yang berkelanjutan dan cakupan profesi yang luas, IMVA 2026–2027 berpotensi menjadi tonggak baru bagi ekosistem musik video Indonesia untuk bersaing di kancah global.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: reaksimedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks