MALUKU UTARA — Persaingan pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya BYD Atto 1 menjadi raja penjualan, data wholesales Gaikindo Juni 2026 menempatkan Jaecoo J5 sebagai model terlaris dengan selisih hampir 800 unit. Pencapaian ini menegaskan bahwa konsumen Indonesia mulai melirik alternatif selain merek yang sudah mapan.
SUV Baru Jaecoo J5 Rebut Hati Konsumen, BYD Atto 1 Terlempar ke Posisi Kedua
Jaecoo J5 sukses membukukan 3.041 unit pada Juni 2026. Angka ini sekaligus memutus dominasi BYD Atto 1 yang selama beberapa bulan terakhir memuncaki daftar penjualan. BYD sendiri masih bisa bernapas lega berkat model M6 yang menempati posisi keempat dengan 827 unit, plus Atto 1 di posisi kedua.
Geely EX2 menjadi kejutan lain dengan mengamankan posisi ketiga. Model ini mencatatkan distribusi 1.618 unit, menandai awal yang solid bagi Geely setelah resmi memasarkan produknya di Indonesia. Posisi kelima dihuni Wuling Evision EV dengan 539 unit, membuktikan merek veteran China ini masih punya daya tarik.
Merek Jepang dan Korea Terpuruk, Hyundai Ioniq 5 Cuma 91 Unit
Kartu merah patut diberikan kepada pabrikan Jepang dan Korea. Hyundai Ioniq 5 yang sempat menjadi primadona hanya terjual 91 unit. Lebih tragis lagi, Toyota bZ4X hanya membukukan 10 unit, Honda e:N1 11 unit, dan Suzuki e-Vitara cuma 5 unit. Angka-angka ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia sudah tidak lagi menjadikan reputasi merek sebagai pertimbangan utama saat membeli mobil listrik.
VinFast VF 3 menjadi satu-satunya model non-China yang mampu menembus papan atas. SUV mungil asal Vietnam ini menempati posisi ke-10 dengan 262 unit. Sisanya, dari posisi enam hingga sembilan, diisi oleh Denza D9 (464 unit), MG S5 (449 unit), Geely EX5 (348 unit), dan Wuling Darion EV (306 unit).
Pasar BEV Tumbuh 36,2 Persen, China Semakin Sulit Dikejar
Secara keseluruhan, pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan tren positif. Total penjualan BEV pada Juni 2026 mencapai 12.653 unit, naik 36,2 persen dibandingkan Mei 2026 yang hanya 9.290 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh agresivitas pabrikan China yang tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga variasi model.
Jika beberapa tahun lalu pasar hanya diramaikan Wuling dan BYD, kini nama-nama seperti Jaecoo, Geely, MG, Denza, hingga Changan ikut meramaikan. Dominasi ini sepertinya akan bertahan lama mengingat pabrikan Jepang dan Korea masih belum menunjukkan strategi jitu untuk merebut kembali hati konsumen Indonesia.