TERNATE — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah menerbitkan jadwal operasional KM Leuser untuk Juli 2026, menandai kembalinya kapal penumpang tersebut berlayar setelah menjalani proses docking. Kapasitas angkut dan rute pelayaran menjadi perhatian utama masyarakat di Maluku Utara yang bergantung pada transportasi laut antar pulau.
Rute Pelayaran KM Leuser Usai Docking
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Leuser akan melayani sejumlah pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia. Rute ini menjadi andalan bagi warga di Kepulauan Maluku Utara untuk mobilitas barang dan penumpang.
Jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Ternate menjadi titik awal yang dinantikan, mengingat kapal ini kerap menjadi pilihan utama karena tarif yang relatif terjangkau dibanding moda transportasi udara. Rute lengkapnya mencakup pelabuhan di Sofifi, Tobelo, dan sejumlah pelabuhan kecil di Halmahera.
Dampak Docking bagi Pelayanan
Proses docking yang telah dijalani KM Leuser bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. Perawatan berkala ini merupakan standar operasional Pelni untuk menjaga performa mesin dan lambung kapal.
Dengan selesainya docking, diharapkan tidak ada lagi gangguan teknis yang berarti selama periode pelayaran Juli 2026 mendatang. Masyarakat di Maluku Utara kini dapat merencanakan perjalanan mereka lebih awal.
Cara Akses Informasi Tiket dan Jadwal
Calon penumpang dapat mengakses jadwal lengkap KM Leuser melalui aplikasi resmi Pelni atau situs webnya. Pemesanan tiket untuk keberangkatan Juli 2026 diperkirakan sudah dapat dilakukan mulai pertengahan Juni.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi jadwal keberangkatan secara berkala, mengingat jadwal pelayaran di wilayah timur Indonesia kerap mengalami penyesuaian akibat kondisi cuaca atau operasional pelabuhan.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
PT Pelni memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada Juli 2026, bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan. KM Leuser dengan kapasitas penumpang yang besar diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan tersebut.
Manajemen Pelni di Ternate menyatakan kesiapan untuk menambah frekuensi pelayaran jika diperlukan, meskipun hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut. Masyarakat diharapkan dapat memesan tiket lebih awal untuk menghindari kehabisan tempat duduk.