TERNATE — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang terjadi pada Jumat pagi (24/7/2026) tidak berpotensi tsunami. Episentrum gempa berada di laut, 115 kilometer arah barat daya Ternate, pada kedalaman 27 kilometer.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dan berdasarkan pemodelan tsunami, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis.
Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan Terasa hingga ke Sulawesi Utara
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, getaran dengan skala intensitas V MMI terjadi di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Pada skala ini, semua penduduk merasakan getaran, banyak yang terkejut dan berlari keluar rumah. Plester dinding dilaporkan jatuh dan kerusakan ringan terjadi pada beberapa bangunan.
Getaran skala IV MMI dirasakan di Kayoa, Halmahera Selatan; Kota Ternate; dan Kota Tondano, Sulawesi Utara. Pada skala ini, gempa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, gerabah pecah, dan jendela atau pintu berderik.
Skala III MMI, atau getaran yang terasa nyata seperti ada truk berlalu, tercatat di Pulau Ternate, Kota Tidore, Kota Jailolo Halmahera, dan Kota Bitung Sulawesi Utara.
BMKG Imbau Warga Tidak Terpancing Isu
Hingga pukul 06.25 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa bumi susulan (aftershock). Wijayanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal resmi seperti media sosial @infoBMKG, website resmi, dan aplikasi infobmkg.