Bagi warga Maluku Utara yang ingin anaknya mendalami ilmu agama tanpa meninggalkan pendidikan formal, pilihan pesantren kini tidak terbatas di Jawa. Di Ternate, misalnya, biaya hidup santri rata-rata Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan—lebih murah dibanding kota besar. Tapi soal kualitas, beberapa pesantren di sini sudah melahirkan hafiz dan kader dai yang diakui di tingkat provinsi.
Artikel ini khusus untuk orang tua di Sofifi, Ternate, atau perantau yang kerja di kawasan industri Halmahera. Saya urutkan berdasarkan kombinasi kurikulum, fasilitas, dan testimoni alumni yang saya kumpulkan dari warga lokal.
1. Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas, Ternate
Terletak di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, pesantren ini menggabungkan kurikulum Kemenag dengan metode tahfiz 3 tahun. Setiap santri wajib menyetor 5 juz per semester.
Biaya pendaftaran Rp 2,5 juta, SPP Rp 400 ribu per bulan. Asrama putra dan putri terpisah, dengan kapasitas 200 santri. Akses dari Bandara Sultan Babullah sekitar 15 menit naik ojek.
2. Pesantren Darul Ulum, Tidore Kepulauan
Berdiri sejak 1998 di Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan. Fokus pada kitab kuning dan bahasa Arab aktif. Banyak alumninya yang melanjutkan ke Universitas Al-Azhar Kairo.
Uniknya, pesantren ini punya kebun cengkih seluas 2 hektar yang dikelola santri sebagai pembelajaran ekonomi syariah. Biaya hidup santri Rp 600 ribu per bulan—paling murah di Maluku Utara.
3. Pondok Pesantren Al-Fatah, Halmahera Barat
Berada di Desa Sahu, Kecamatan Sahu Timur, sekitar 2 jam dari Pelabuhan Jailolo. Pesantren ini spesialis tahfiz 30 juz dengan target 2 tahun. Setiap pagi, santri setoran hafalan pukul 05.00 WIT.
Fasilitas: 4 asrama, masjid kapasitas 500 jemaah, dan perpustakaan dengan 3.000 kitab. Pendaftaran gelombang pertama dibuka setiap Januari. SPP Rp 350 ribu per bulan.
4. Pesantren Al-Muhajirin, Ternate
Di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, pesantren ini punya program unggulan: kelas internasional dengan pengantar bahasa Inggris dan Arab. Santri diwajibkan TOEFL minimal 450 sebelum lulus.
Biaya masuk Rp 3 juta, SPP Rp 500 ribu. Lokasi strategis—5 menit dari pusat kota Ternate. Cocok bagi orang tua yang ingin anaknya tetap dekat dengan fasilitas umum.
5. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Halmahera Timur
Terletak di Desa Maba, Kecamatan Maba Selatan. Pesantren ini dikenal dengan program wirausaha santri: budidaya rumput laut dan pembuatan abon ikan. Setiap santri wajib mengikuti pelatihan bisnis digital.
Biaya: Rp 1,5 juta per semester (termasuk asrama dan makan). Kapasitas 150 santri. Dari Pelabuhan Maba, naik angkot Rp 10 ribu.
6. Pesantren Al-Ikhwan, Sofifi
Ibukota provinsi Maluku Utara ini punya pesantren yang fokus pada fikih kontemporer dan muamalah. Letaknya di Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara. Kurikulumnya menyiapkan santri menjadi konsultan syariah UMKM.
Pendaftaran Rp 2 juta, SPP Rp 450 ribu. Asrama dilengkapi WiFi dan laboratorium komputer. Waktu tempuh dari Pelabuhan Sofifi 10 menit.
7. Pesantren Al-Hidayah, Bacan
Di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pesantren ini jadi pilihan utama bagi masyarakat Kepulauan Sula. Program unggulan: tahfiz dan kaligrafi Arab. Setiap tahun mengirim santri ke MTQ provinsi.
Biaya hidup santri Rp 700 ribu per bulan. Lokasi di Desa Indomut, akses dari Pelabuhan Babang naik ojek Rp 20 ribu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah semua pesantren di Maluku Utara menerima santri dari luar daerah?
Ya, semua pesantren di daftar ini menerima santri dari luar Maluku Utara. Beberapa bahkan punya asrama khusus untuk perantau dari Sulawesi dan Papua.
Berapa biaya total untuk satu tahun di pesantren Maluku Utara?
Kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per tahun, tergantung program dan fasilitas. Pesantren di Tidore dan Halmahera Barat cenderung lebih murah karena biaya hidup rendah.
Apakah ada pesantren yang menyediakan beasiswa untuk anak yatim?
Pesantren Al-Fatah dan Raudhatul Ulum punya program beasiswa penuh untuk anak yatim dan dhuafa. Pendaftaran melalui kantor Kemenag setempat.
Bagaimana cara mendaftar dari luar pulau?
Sebagian besar pesantren menerima pendaftaran online via WhatsApp. Dokumen yang diperlukan: fotokopi KK, akta lahir, dan surat keterangan sehat dari puskesmas.
Apakah ada pesantren yang fokus pada tahfiz Al-Qur’an saja?
Ada. Pesantren Al-Fatah dan Al-Hidayah khusus program tahfiz 30 juz. Keduanya punya target hafalan per hari minimal setengah halaman.
Pilihan pesantren di Maluku Utara kini lebih variatif—dari yang fokus tahfiz murni hingga yang menggabungkan wirausaha. Orang tua tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan jarak tempuh dari rumah atau tempat kerja. Pastikan mengunjungi langsung sebelum mendaftar untuk melihat kondisi asrama dan lingkungan sekitar.