TERNATE — Sembilan sekolah menengah atas dan kejuruan di Maluku Utara bersaing dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang resmi dibuka Wakil Gubernur Sarbin Sehe di Hotel Bela, Ternate. Kompetisi ini menjadi seleksi provinsi untuk menentukan satu wakil yang akan bertanding di grand final tingkat nasional di Jakarta pada pertengahan Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu diikuti ratusan pelajar dan guru pendamping. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan yel-yel dari masing-masing kontingen yang berasal dari berbagai daerah di Maluku Utara.
Sembilan Sekolah Bersaing ke Jakarta
Sekolah yang mengikuti kompetisi tingkat provinsi ini meliputi SMAN 1 Tidore Kepulauan, MAN 1 Tidore, SMAN 2 Halmahera Timur, SMAN 8 Kota Ternate, SMAN 1 Pulau Taliabu, SMAN 1 Pulau Morotai, SMAN 1 Kota Ternate, SMKN 1 Kota Ternate, dan SMAN 7 Halmahera Selatan. Usai pembukaan, peserta langsung menjalani babak penyisihan.
Plt. Sekjen MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan tahun ini sistem seleksi berbeda karena berbasis kabupaten dan kota. Menurutnya, sistem ini memberi kesempatan lebih merata bagi sekolah-sekolah di Maluku Utara untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Pemenang nantinya akan bersaing dengan wakil dari 37 provinsi lainnya pada Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI.
Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menegaskan tantangan bangsa saat ini bukan lagi sekadar menghafal Pancasila, melainkan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ia menyebut berbagai persoalan sosial yang masih terjadi merupakan bukti bahwa pengamalan Pancasila belum sepenuhnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
"Pancasila bukan hanya untuk dihafal atau dipahami secara intelektual. Generasi kita masih diwarnai berbagai penyimpangan perilaku karena nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan kehidupan sehari-hari," ujar Sarbin.
Wagub Malut itu mengapresiasi komitmen MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam memperkuat empat konsensus dasar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Target Indonesia Emas 2045
Menghadapi Indonesia Emas 2045, Sarbin berharap peserta LCC menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan jiwa nasionalisme yang kuat. Ia mengingatkan bahwa NKRI adalah pilihan final para pendiri bangsa.
"Tugas generasi muda hari ini adalah mengisi pembangunan, menghentikan perbedaan yang menguras energi bangsa, serta memastikan keadilan dan keberlanjutan pembangunan. Bertandinglah secara sportif dan jadikan kompetisi ini sebagai jembatan menuju prestasi yang lebih tinggi," katanya.
Turut hadir dalam pembukaan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim), serta dewan juri yang terdiri dari akademisi Universitas Khairun dan Universitas Terbuka Ternate.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap ajang tersebut menjadi sarana membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.