MALUKU UTARA — IHSG diperkirakan bergerak cenderung tertekan pada perdagangan hari ini setelah ditutup melemah 66,16 poin atau 1,22% ke level 5.373,09 pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual investor asing yang mencapai Rp 2,03 triliun di pasar reguler menjadi pemicu utama, diperkuat pelemahan rupiah ke sekitar Rp 18.127 per dolar AS.
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, aksi jual bersih investor asing senilai Rp 2,03 triliun di pasar reguler mewarnai perdagangan 26 Oktober 2026. Tekanan itu melengkapi pelemahan rupiah sebesar 0,2% ke sekitar Rp 18.127 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia.
Menurut analis FAC Sekuritas, kombinasi tiga faktor tersebut membuat IHSG rentan berlanjut melemah pada sesi hari ini. "Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak cenderung tertekan seiring berlanjutnya tekanan jual oleh investor asing," tulis analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (27/10).
Profit Taking Setelah Penguatan Beberapa Hari
Pelemahan IHSG sebesar 66,16 poin pada perdagangan sebelumnya terutama disebabkan aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Investor memilih mengunci keuntungan di tengah ketidakpastian eksternal yang meningkat.
Tekanan dari dalam negeri datang berlapis. Rupiah yang melemah ke level Rp 18.127 per dolar AS menambah beban bagi saham-saham berkapitalisasi besar, sementara kenaikan harga minyak dunia menimbulkan kekhawatiran baru terhadap biaya energi emiten.
Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Dari sisi eksternal, pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 28–29 Oktober 2026. Sikap wait and see ini membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Meski begitu, bursa Amerika Serikat justru ditutup menguat pada perdagangan terakhir. Indeks Dow Jones naik 0,28%, S&P 500 menguat 0,70%, dan Nasdaq melonjak 0,83%.
Saham AI dan Semikonduktor Jadi Penopang Wall Street
Penguatan Wall Street didorong rebound saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah Anthropic mengajukan dokumen untuk IPO. Langkah tersebut meningkatkan optimisme investor terhadap prospek bisnis AI dan minat pasar terhadap saham teknologi.
Sentimen positif itu merembet ke saham semikonduktor. Nvidia naik 2,4%, Micron menguat 3%, dan AMD bertambah 2,8%. Saham Tesla juga melonjak 5,2% setelah Barclays menaikkan rekomendasinya menjadi Overweight dari Equal Weight.
Apa Artinya bagi Investor di Sesi Hari Ini
Bagi pelaku pasar domestik, sinyal yang perlu dicermati adalah arah rupiah dan besaran jual bersih asing. Selama dua faktor itu belum stabil, IHSG berpotensi bergerak di zona merah meski bursa global memberi sentimen positif.
Investor dapat memantau saham-saham yang tahan tekanan kurs, terutama emiten berorientasi ekspor komoditas, di tengah kenaikan harga minyak. Sementara saham teknologi domestik berpeluang mencuri ruang bila euforia AI global berlanjut.